Pilih Warna Kesukaan Anda

Efek Blog
Just a little place where i spend my lost time.... -->

Senin, 20 Februari 2012

Membayangkan Kehilangan

        .....Sebuah tulisan di halaman ini adalah salah satu bentuk pikiran yang akhir2 ini menyelinap masuk di dalam otak.Ya, membayangkan akan kehilangan seseorang yang mungkin bisa dianggap berarti dalam hidup gw.Sosok yg bs menjelma menjadi 'siapa saja', sosok yg bisa hadir disaat diri ini jatuh,terbenam dan menuju tenggelam.Dirinya seakan bersinar terang mengarah kepada kelamnya hidup gw yg selalu statis.Seperti 'candu' yg semakin lama semakin dibutuhkan.
         Dilemma sebetulnya, senang melihatnya meraih semua yg diimpikan tetapi disatu sisi seakan tidak rela jika dia harus pergi dan mungkin bisa bertemu kembali.Tapi apa boleh buat, sebagai orang yg bijak, gw harus bisa profesional dalam bersikap.Jujur, gw seneng ketika dia berhasrat ingin pindah kampus.Memang sebetulnya dia 'tidak pantas' ada dikampus ini, karena memang kemampuannya diatas rata2 dari yg lain alias dia pantasnya di kampus2 yang berkualitas dan menjadi kampus unggulan.Namun apa jadinya jika itu semua terjadi??Apa yg akan terjadi sm gw???Itulah ketakutan2 gw yg semakin lama menjadi virus permanen dalam otak gw.Jangankan untuk pindah kampus, ga bs sekelas aja menjadi ketakutan buat gw yg luar biasa.Bukan tanpa alasan, karena dia lah satu2 nya orang yg ternyata bs membangkitkan semangat gw dalam menempuh perkuliahan ini.Seperti cambuk yg bs menyadarkan gw kapan aja dengan cambuknya.Apa jadinya jika tidak ada kejadian itu?Ato mungkin gw ga milih jurusan ini?Ato bahkan gw mengurungkan niat untuk kuliah di kampus ini???Ya, balik lagi bahwa gw percaya ini semua sudah menjadi jalan ALLAH swt.Dia yg mengatur sedemikian rupa hingga semua menjadi seperti ini dan itu semua benar2 gw syukuri sekali.
         Awal dari semua ini adalah akibat kejadian itu.Agak aneh memang, tapi itu menjadi satu point penting buat gw, bahwa ternyata dialah yg gw cari.Beda dari semuanya.Dan akhirnya pun berlanjut sampai sekarang.Secara otomatis hidup gw menjadi lebih berwarna dari sebelumnya yg statis tak bermakna hampir kurang lebih 4 tahun.Dia merubah semuanya.Mata gw seakan terbelalak melihat betapa anggun dirinya.Sosok nya yg lemah lembut, pintar, ramah, dan sifat2 nya yg mungkin sudah sangat langka dimiliki oleh orang seumuran dia.Dan akhirnya timbulah perasaan 'suka'.Suka akan semuanya.Intinya dari cara berpakaian nya.Sangat2 gw idamkan dr dulu.Karena ada hadis mengatakan bahwa 'wanita muslimah itu lebih baik drpd 70 laki2 muslim"..waaww!!Namun sayang sepertinya gayung tak bersambut.Udah gw coba nyatain perasaan gw yg sebenarnya, namun apa hasilnya??Dia menolaknya....sakit memang!!Tapi entah kenapa gw ga sakit hati sama sekali karena gw percaya alasan penolakan dia cukup masuk akal dan bisa gw terima.Gw akan terus menunggunya sampai batas waktu yang kita berdua pun tak bisa menentukannya, walaupun gw seakan hanya mendapat harapan kosong darinya, tapi percayalah bahwa gw akan setia sama dia sampai kapanpun alias 'menunggunya' dan sama sekali tak ada niat untuk pindah ke lain hati.Hanya untuk dia seorang.Namun terkadang gw berfikir, apakah gw berlebihan alias pungguk merindukan bulan.Kenapa? Karena yg pertama gw tidak bs mengimbangi kepintarannya, status sosial kami pun jg berbeda jauh.Itu yg terkadang jadi sedikit batu sandungan buat gw untuk terus mengharapkannya.Tapi gw coba 'menawarkan' pada nya bahwa inilah gw apa adanya, tidak dikurang2kan dan juga tidak dilebih2kan.Kalau memang dia bs terima ya syukur tapi kalau tidak apa boleh buat, gw jg ga akan memaksa.Tetep gw akan menjadi orang kedua setelah keluarganya yang akan selalu membantunya dalam hal apapun.Apapun akan gw usahakan sebisa gw hanya untuk dia.
         Sekali gw tegaskan, dia memang tidak cantik namun wajahnya selalu bersinar menyelimuti dirinya.Entah cahaya darimana itu berasal.Dan gw pun tak pernah bosan untuk terus memandangnya.Terkadang walau umur gw yang sdkit berbeda bbrpa tahun lebih tua nampaknya juga harus belajar banyak sm dia yg umurnya berada di bawah gw.Kami saling support dalam hal apapun.Banyak juga kesamaan2 yg kami memiliki.
         Namun jika itu semua terjadi, ketika dia harus benar2 pergi meninggalkan gw, teman2nya, dan kampus ini, betapa terpuruknya gw!!!Brarti semua harapan, impian dan angan hancur melebur tak berkeping.Istana mimpi yg gw bangun perlahan-lahan dan susah payah seakan runtuh dalam sekejap dan gw ga tau harus dengan cara apa membangunnya kembali.Jujur, tak ada wanita lain yang gw cari..hanya dia.Mungkin juga bukan waktunya gw lagi untuk bermain-main dengan sesuatu yg ga penting dan hanya akan membuang waktu gw.dan hanya dengan dirinya lah api harapan gw berkobar menyala.dan ketika dia pergi, dimana lg gw harus mencari dirinya??Dia pasti lambat laun akan melupakan gw dan melupakan tentang perasaan gw pastinya.Dan gw hanya bs pasrah dan melihat hancurnya diri gw perlahan-lahan.Gw akui ketakutan gw ini sungguh luar biasa.Tp gw jg ga bs menghalangi keinginannya karena gw ga mau diangaap egois olehnya.Dia memang ga ada duanya di muka bumi ini dan sekali gw ucapkan terima kasih untuk Tuhan karena engkau telah menciptakan nya dan akhirnya dengan jalan-Mu akhirnya kami bs berkenalan satu sama lain.Gw ga ingin jauh2 darinya.Gw hanya ingin terus di dekatnya, berbagi cerita, berbagi ilmu, berbagi rasa, bercanda, dan tentunya terus menjaganya sepanjang usia.maaf kalo mungkin gw sedikit berlebihan.
        Dan nanti hingga benar2 tiba waktunya, gw akan tenggelam didasar lautan luka, gw akan jatuh dan mungkin ga bs bangkit lagi, gw akan tersesat dan ga tau arah jalan pulang.Gw butuh dia!!!Dia begitu sempurna buat gw.Dan bisa saja nantinya dia menemukan orang yg lebih dr gw di kampus nya yg baru dan ahirnya melupakan jauh2 gw.Mungkin sudah nasib.
        Dan inilah sepenggal lirik untuknya hasil karya otodidak gw jika nantinya dia benar2 pergi.....
'Dimana kau kini kan kunanti, sepercik mimpi diatas pelangi...
'Walau jauh tetap kan kutempuh, dengan segenggam angan dalam hati...
'Semakin jauh semakin ku rindu, kecantikanmu semakin didekatku...
'Seakan harum nafas mu membalut wajahku kini,seakan sinar matamu menghapus air mataku...
'Dimana kau kini ku ingin bertemu dan tatap wajahmu...
'Dimana kau...
         Namun kalau boleh memilih, gw jujur ga ingin dia pergi karena dengan ada terus bersama nya dan disampingnya akan banyak warna lagi dalam kanvas hidup gw.namun sekali gw ga boleh egois, tetep gw harus terus mensupport nya dan biar nantinya semua ALLAH lah yg menetukan hasilnya....          

Jumat, 06 Januari 2012

kEhiDuPAn kOta jaKarta

         Ya, sebuah kota yang bisa dibilang jantung nya negeri ini.Karena disinilah pusat dari segalanya, yang meliputi perekonomian, lapangan pekerjaan, tempat hiburan dan rekreasi, pusat kuliner dan masih banyak lagi.Dan kehidupan masyarakatnya tidak ada henti-hentinya selama 24 jam beraktivitas penuh, baik itu bekerja ataupun berdagang.Waw!!Jakarta sekejap menjadi 'idola' orang-orang dari seluruh penjuru kota di negeri ini semenjak mulai tumbuh dan berkembangnya gedung-gedung bertingkat, tumbuhnya perusahaan-perusahaan yang semakin menjamur, dengan arti kata mendatangkan angin segar untuk para pencari kerja.
          Kota jakarta mempunyai satu bangunan yang telah dibangun sejak dahulu dan kini diabadikan sebagai maskot kota jakarta, yaitu Monumen Nasional yang biasa dipanggil Monas.Sebuah bangunan yang terletak di daerah Jakarta Pusat, dengan bercirikan sebuah bangunan menjulang tinggi ke atas seperti tugu, dengan diujungnya dihiasi sebuah emas asli.Bangunan ini juga bisa dianggap sebagai bangunan bersejarah, karena didalamnya juga dihiasi dokumen-dokumen tentang sejarah bangsa indonesia, dan juga diperdengarkannya  pembacaan teks proklamasi dari Presiden R.I kita yang pertama yaitu Ir.Soekarno.Jika, kita mencapai lantai atas, kita akan disuguhkan pemandangan yang sangat indah dengan panorama gedung-gedung tinggi yang ada di sekitarnya, ditambah pula jalan-jalan dan hingar-bingarnya kendaraan yang lalu lalang hampir setiap harinya.Disekitar area Monas pun kita juga bisa menikmati santainya bersama teman ataupun sanak keluarga, karena disediakan nya taman yang cukup luas.Disitu kita bisa jogging, santai, olahraga, dll.
           Dari tahun ke tahun faradigma tentang kota jakarta makin lama makin berubah.Yang dahulu hanya di cap sebagai sebuah ibu kota, namun sekarang menjadi tujuan utama transmigrasi penduduk.Mungkin mereka mengganggap di Jakarta mereka bisa mendapatkan segalanya yang mereka inginkan, tidak seperti hidup di desa yang apa-apa terbatas.Faradigma ini yang kalau dilihat makin lama makin memburuk keadaanya.Entah karena apa orang-orang kebanyakan menganggap Jakarta adalah 'kota sejuta impian'.Mereka rela berbondong-bondong datang, meninggalkan keluarganya di desa hanya karena mereka ingin 'menjemput impian mereka yang tertunda'.Dengan bekal seadanya yang mereka miliki, mereka tanpa ragu melangkahkan kaki mereka untuk bisa sampai ke jakarta.Tak peduli naik apa, berapa hari menempuh prejalanan, yang penting tujuannya samapai di jakarta!!!Padahal sesampainya disini, mereka malah bingung ingin berbuat apa.Karena tak ada nya saudara yang bisa ditinggali ataupun kerabat dekat.Sungguh ironis!!!Kita ambil contoh nyata saja, disetiap libur Lebaran, penduduk jakarta yang mayoritas merupakan masyarakat perantauan, pasti melaksanakan tradisi 'mudik' atau pulang kampung.Pulang kerumah keluarganya karena sudah kurang lebih setahun mereka terpisah oleh jarak dan saatnya membawa hasil yang didapat selama bekerja di jakarta.Tentu, mereka akan bercerita kepada sanak keluarganya yang masih tinggal dikampung.Alhasil mereka yang mendengarnya pasti sangat tertarik dan mempunyai perasaan ingin menyamai kesuksesan yang diraih saudaranya yang sudah lebih dahulu hijrah ke jakarta.Tiba waktunya pada arus balik.Dengan sengaja atau tidak pasti mereka yang ingin balik lagi ke jakarta pasti membawa keluarganya yang sudah terlanjur tergiur dengan cerita-cerita dari saudaranya.Padahal tanpa bermodal apapun, atau bisa dibilang sedikit 'nekat' mereka tetap memaksakan ke jakarta.Begitulah yang terjadi tiap tahun ke tahun dari dulunya sampai sekarang.Dan bisa dilihat hasilnya, bisa dikatakan sedikit dari mereka yang bisa menikmati 'manisnya jakarta'.Sisanya kemana?????Bisa ditebak, mereka yang tergerus oleh 'keras' nya jakarta akan lebih memilih tetap bertahan di jakarta namun dengan status tak jelas seperti menjadi pedagang keliling, pengamen, buruh bangunan, pemulung, pengemis,dll hanya untuk sesuap nasi.Bahkan tidak jarang mereka nekat melakukan tindak kriminal seperti mencuri, menjambret,bandar narkoba,,,hanya untuk satu prinsip yaitu yang penting mereka bisa makan dan bertahan di jakarta!!
           Ternyata niat menggebu-gebu tidak jaminan bisa sukses di jakarta.Harus diimbangi dengan hal-hal lain, seperti skill dan balik lagi, yaitu materi.Benar saja, tanpa adanya uang kita tidak bisa apa-apa di Jakarta.Yang ada kita lama-lama bisa mati kelaparan disini.Karena rata-rata masyarakat dijakarta tidak lagi peduli dengan yang ada disekitarnya, atau bisa dibilang 'hedonis'.Karena mereka lebih mementingkan kepentingannya sendiri ketimbang mengurusdi orang lain.Lah wong urusannya sendiri aja ga kelar-kelar...boro-boro ngurusin urusan orang...hehehe.Dan setiap tahunnya penduduk jakarta terus dan terus bertambah.Hingga pemerintah setempat sedikit kewalahan mengatasi masalah ini yang selalu terjadi tiap tahunnya.Ada sebagian orang yang berucap seperti ini, "Jakarta lebih kejam daripada ibu tiri."
           Efek nyata yang ditimbulkan dari membludaknya penduduk jakarta adalah KEMACETAN.Hampir bisa ditemui keadaan ini di setiap sudut jalan-jalan dijakarta.Tidak hanya di jalan protokol, keadaan ini bisa dijumpai di jalan-jalan kecil sekitar komplek.Parah memang!!!Mungkin karena betapa pentingnya sebuah kendaraan pribadi bagi kebanyakan orang, jadi mereka lebih memilih memiliki kendaran pribadi ketimbang mereka harus naik kendaraan umum.Bisa dilihat perbedaanya jika seseorang naik kendaraan pribadi khusunya sepeda motor dengan naik kendaraan umum, terutama dalam segi waktu tempuh dan biaya.Meningkatnya jumlah kendaraan pribadi tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur berupa perluasan jalan yang sebanding.Jalan-jalan yang dahulu sepi dari hiruk-pikuk kendaran kini seakan sudah tak sanggup lagi menampung kendaraan-kendaraan yang hampir setiap hari berlalu lalang tiada henti.Belum lagi kini ditambah pembangunan shelter busway yang dicanangkan oleh Gubernur Jakarta.Tujuan awalnya memang bagus, untuk mengurangi jumlah kemacetan di jakarta dengan harapan orang-orang yang sebelumnya naik kendaraan pribadi untuk pergi ke kantor atau apapun, bisa beralih menggunakan busway, karena awalnya busway menjajikan sebuah transportasi cepat, tepat waktu, nyaman, dan biaya yang terjangkau.Karena didukung oleh jalur khusus yang akan dilewatinya dalam pengoperasiannya.Namun apa hasilnya???Berbalik 180 derajat.Semua impian itu sirna.Memang ada beberapa masyarakat yang beralih ke busway, namun tidak sedikit yang tetap setia menggunakan kendaraan pribadi.Alasannya ada saja, ada karena jumlah armada yang masih sedikit jadi tidak bisa menampung banyak penumpang, ada juga yang tidak bisa langsung mencapai tujuan, karena harus transit di beberapa tempat.Jelas sangat memakan waktu.Malah kini jalur busway yang awalnya pantang untuk dilalui kendaraan umum, kini berubah menjadi jalur alternatif unutuk kendaraan yang terjebak macet.Akibat keadaan ini tidak sedikit memakan korban jiwa karena memasuki jalur busway.Mengenaskan...
        Namun, bukan itu saja yang disajikan dari jakarta.Masih ada hal-hal positif lainnya dari Jakarta, seperti wahana rekreasi, museum-museum bersejarah, taman-taman kota yang indah (meski tidak banyak).Semua bisa dijadikan alternatif dikala kita ingin menghabiskan liburan, khususnya di jakarta.Pusat-pusat hiburan seperti mall pun kini sudah berhamparan luas dimana-mana.Belum lagi toko swalayan yang dulu susah dijangkau oleh masyarakat, kini berbalik malah mereka yang 'mendekat' kepada konsumen.Terbukti dengan menjamurnya dibangun beberapa toko swalayan di sekitar pemukiman kita.Tanpa lagi harus jauh-jauh menjangkaunya ke pusat kota.
         Sekarang semua pilihan ada di tangan anda semua.Apakah masih tetap bersikukuh untuk bertarung merubah nasib di jakarta atau tetap setia hidup di desa.Sebetulnya untuk meraih kesuksesan tidak lah cukup hanya dengan mendatangi ke pusat kota, tetapi lengkapilah bekal kemampuan dan skill yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan pekerjaan.Malah kebanyakan sekarang orang-orang dijakarta tidak lagi berpikiran untuk mencari pekerjaan, tetapi bagaimana mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan kemampuan yang mereka miliki.Sekilas tentang penjelasan mengenai kehidupan kota Jakarta, ini hanyalah sebagaian kecil dari cerita kota jakarta namun hal tersebut yang bisa kita jumpai saat ini tiap harinya di Jakarta.......
         Sekian dan terima kasih

Rabu, 04 Januari 2012

Tugas 4.2 : Penggambaran deskriptif tentang pelapisan sosial yang ada pada masyarakat dan kesamaan derajat sesama manusia

          Manusia sebagai makhluk yang sempurna dimata Tuhan sudah terbilang cukup lama hidup berkelompok yang mungkin sekarang dikenal dengan istilah ‘bermasyarakat’.Bukan tanpa alasan manusia mau hidup bermasyarakat,selain alasan dasar nya adalah mereka berpredikat ‘makhluk sosial’.Dalam hidupnya dimasyarakat pun dijumpai beragam manusia dengan sejuta perbedaan, mulai dari suku, agama, keadaan status sosial, latar belakang keluarga, dan masih banyak lagi.Dan disitu letak indahnya, hidup dalam perbedaan.
          Namun ada satu kesamaan yang melekat dan tak akan bisa dihilangkan dari seorang manusia, dimana hal itu telah mereka bawa sejak mereka pertama kali lahir ke dunia ini, yaitu HAK ASASI.Demikian saya katakan karena hak seorang manusia bersifat asasi, tidak bisa diganggu gugat, tidak bisa di interfensi oleh siapapun, tidak diperjual belikan, dan bahkan ada sanksi berat jika ada manusia lain yang mencoba menggangu ketenangan hak manusia lainnya, karena bisa di katakan sebagai pelanggaran HAM.
          Namun terkadang perbedaan itu yang pada awalnya dianggap sebagai satu keindahan, sekarang bisa berubah menjadi polemik.Karena masing-masing berebut ingin mempunyai kesamaan dengan manusia yang lainnya.Secara tidak langsung mereka telah melakukan kompetisi satu dengan yang lainnya.Contoh yang paling gampang saja yang terjadi di masyarakat tentang pelapisan sosial adalah ‘kesenjangan sosial’.Bisa dibilang ini adalah hal yang sangat klasik.Dimana setiap manusia berlomba untuk menjadi yang ‘terlebih’ dibanding yang lainnya.Manusia yang status sosial nya tidak sama dengan manusia yang lainnya yang memiliki status sosial lebih dibandingkan dirinya pasti mengidamkan kesamaan untuk memiliki status social yang sama.Manusia yang kebetulan memiliki keadaan status social lebih dibanding manusia lainnya di tempat ia tinggal pasti memiliki pemikiran yang berbeda dan merasa sedikit ‘besar kepala’ dengan apa yang ia miliki..Ya, bisa saja muncul sifat-sifat buruk manusia yang keluar akibat kesenjangan itu.Mereka yang merasa status ekonominya berada diatas yang lainnya bisa saja menjadi sedikit lebih ‘angkuh’, lebih merasa paling ‘wah’,paling punya segalanya,mereka bisa mendapatkan dan melakukan apa saja yang mereka mau dengan harta mereka yang belum tentu bisa diikuti oleh manusia lainnya.Dan timbulah ‘kecemburuan sosial’.Seorang manusia yang mempunyai harta lebih akan bisa dengan leluasa melakukan apapun tanpa menghiraukan yang terjadi disekitarnya.Dan manusia lain yang kebetulan derajat ekonominya berada di bawahnya akan menjadi ‘cemburu’ melihat kesewenang-wenangan yang dilakukan manusia tersebut.Memang sudah menjadi hal yang lumrah dan banyak ditemukan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini.Efek yang ditimbulkan dari kesenjangan social itu pun bisa sangat negative.Akibat merasa tidak mampu untuk ‘menyamai’ keadaan manusia lainnya yang lebih, manusia yang kurang pun berpikiran untuk ‘mencari jalan pintas’, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu agar tidak ‘diperolok’ oleh manusia lainnya, terlebih dalam hal ekonomi.Bisa saja mereka melakukan tindakan criminal seperti pencurian, penjambretan, atau bahkan tidak segan-segan manusia yang sudah ‘gelap mata’ tega  menghabisi nyawa manusia lainnya karena sudah tidak mampu mempunyai kemampuan untuk menyamai keadaan ekonomi manusia lainnya, dengan tidak lupa mereka merampas hartanya juga.
           Penjabaran tentang pelapisan social diatas memang tidak bisa dipungkiri keberadaanya.Itulah mengapa saya mengambil salah satu contoh pelapisan social yang ada dalam kehidupan bermasyarakat saat ini.Tapi bukan berarti apa yang saya gambarkan di atas tentang kesenjangan social diatas terjadi di semua manusia.Masih banyak pula manusia-manusia yang ‘rendah hati’, ‘ringan tangan’, yang dengan segala kelebihannya yang dia miliki tetapi tetap bersifat bersahaja.Karena ia sadar bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini termasuk harta benda yang ia miliki adalah hanya titipan TUHAN, dan bersifat fana atau sementara.Yang bisa saja tanpa kita sadari bisa diambil kembali oleh Yang Punya tanpa kita diberitahu sebelumnya.
           Namun terkadang mereka lupa, bahwa seluruh umat manusia didunia memiliki kesamaan derajat di mata Tuhan,ya dimata Tuhan Yang Maha Esa.Walaupun kita hidup didunia hidup dalam perbedaan yang mencakup berbagai hal, namun sesungguhnya di mata Tuhan kita tetap lah sama, yaitu makhluk yang lemah dan tidak berdaya tanpa ada bantuan dari Nya.Tapi masih saja ada manusia yang lupa dan dengan angkuhnya bahwa ia merasa lebih dibanding semuanya.Sangat memprihatinkan manusia tersebut.Dengan segala apa yang kita punya di dunia, tetap tidak berpengaruh sedikit pun dimata Tuhan.Tak perduli jabatan, kedudukan, berapa mobil yang ia punya, berapa rumah yang mereka punya,tetap saja tidak ada pengaruhnya di mata Tuhan.Yang membedakan kita sebagai manusia di mata Tuhan adalah hanya ‘amal dan perbuatan’ yang kita perbuat selama hidup di dunia.Dengan diberikan umur yang berbeda-beda tiap manusia, mampu apa tidak kah manusia menjalankan perintah dan larangan-NYa seperti apa yang telah diajarkan didalam agama (dalam hal ini berlaku untuk semua agama).Diseluruh dunia pun dengan agama yang dianut oleh masing-masing manusia pasti diajarkan untuk hal yang satu ini.
          Dalam kehidupan social masyarakat pun bisa kita jumpai hal seperti ini.Yakni dimana manusia dengan segala perbedaan yang ada, tetapi tetap berprinsip bahwa kita semua sama di mata Tuhan.Tidak serta merta ‘mengkotak-kotak kan’ manusia yang satu dengan manusia lainnya,padahal Tuhan saja tidak pernah ‘mengkotak-kotak kan’ seluruh umatnya.Sederhana saja, diderah kita tinggal pasti hidup manusia dengan beragam penganut keyakinan beragama.Satu ketika, tetangga kita membutuhkan bantuan pertolongan karena ada salah satu anggota keluarganya tertimpa musibah, yang notabene tetangga kita ternyata berbeda dalam hal keyakinan beragama.Namun, karena manusia yang dimintai  pertolongan itu berprinsip bahwa semua manusia adalah sama derajatnya di mata Tuhan, maka tanpa pikir panjang manusia tersebut langsung menolong tetangganya, dan tanpa pamrih pula.Dengan segala kemampuan yang dimilkinya, dia menolong tetangganya sampai selesai masalahnya.Dan keadaan diatas itulah yang mencerminkan indahnya hidup dengan keberagaman keyakinan beragama, dan juga tercantum dalam Pancasila Sila ke-1, yakni ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’.Semua manusia boleh berbeda dalam melangsungkan hidupnya di dunia, namun mereka tetap berinduk kepada satu hal, yaitu Tuhan.Dimana semua manusia dianggap mempunyai kesamaan derajat dan tinggal yang membedakan adalah amal dan perbuatan yang mereka lakukan selama meraka hidup di dunia.

tUgAs 4.1 : mAcam-mACam tindaKan inDividu di tengaH-tenGAh kehiDuPAn masYArakAt

            Ya,manusia dalam rangka  proses tumbuh dan kembangnya memang tidak lepas dari yang namanya          hidup bermasyarakat.Karena hakekat dasar  manusia itu sendiri adalah saling membutuhkan satu sama lain atau     biasa disebut ‘makhluk sosial’.Banyak hal yang bisa dilakukan manusia dalam arti kata individu yang bisa dilakukan ditengah-tengah kehidupannya dalam bermasyarakat.Dengan juga tidak melupakan sifat dan karakter individu tersebut.Namun dalam seiring perjalannya, terkadang muncul berbagai polemik dan pro kontra  yang dihasilkan dari perilaku-perilaku yang dilakukan oleh masing-masing individu tersebut.Tergantung bagaimana individu lainnya menanggapinya.
            Untuk yang pertama,akan dijabarkan  salah satu tindakan individu yang sangat mendasar sekali, yaitu saling tolong-menolong (helping). Tindakan yang satu ini tidak bisa dihilangkan begitu saja.Karena seluruh individu di belahan dunia manapun pasti melakukan tindakan ini.Contoh sederhana tindakan tolong menolong dalam kehidupan bermasyarakat adalah memberikan santunan kepada anak yatim yang ada di sekitar tempat individu tersebut tinggal.Memang banyak makna yang tercipta dari tindakan ini, selain menolong karena keadaanya yang tidak seberuntung kita, dalam perintah agama pun juga dijabarkan bahwa apabila ada anak yatim yang tinggal disekitar kita, sangat diwajibkan untuk ditolong.Banyak pertolongan yang bisa kita lakukan, diantaranya apabila kita sebagai individu yang kebetulan berkehidupan layak dan cukup, tidak ada salahnya jika kita langsung memberikan bantuan kepada anak yatim tersebut.Misal, memberikan santunan berupa uang pendidikan agar si anak tersebut tidak sampai putus sekolah dan bisa mewujudkan cita-cita dan impiannya yang tidak lain untuk merubah keadaan ekonomi keluarganya kelak.Atau jika memang kita sebagai individu tidak bisa menolong sendiri, bisa dilakukan dengan cara rembukan dengan individu lain untuk bersama-sama mengumpulkan dana untuk disalurkan kepada anak yatim tersebut.Selain kita mendapatkan pahala, kita sebagai individu juga sekaligus menjalankan predikat sebagai makhluk sosial yakni saling membutuhkan satu sama lainnya.Mungkin jika diatas lebih kepada tindakan menolong dalam hal materi, tindakan menolong dalam bentuk lain pun juga bisa dilakukan.Misal, ada tetangga kita yang secara kebetulan tertimpa musibah rumahnya kebakaran.Tanpa diminta pun, dengan spontanitas kita menolong orang tersebut.Segala cara kita lakukan untuk menolongnya.Misal, dengan membawa air sebanyak-banyaknya untuk mempercepat proses pemadaman atau berusaha memindahkan barang-barang nya yang sekiranya masih bisa diselamatkan.Dan semua tindakan itu dilakukan tanpa pamrih.Disitulah letak indahnya hidup bermasyarakat.
           Wujud tindakan lainnya kita sebagai individu dalam bermasyarakat ialah saling bekerja sama (cooperation).Ambil contoh sederhana saja,dalam satu komplek diadakan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan rutin tiap minggu.Tindakan kerja sama disini sangat diperlukan karena tidak mungkin dilakukan oleh seorang individu saja.Mungkin dengan tugas-tugas tiap individu yang telah dibagi oleh Ketua RT setempat,ada yang menebang pohon,mengarit rumput liar, menanam bunga, menyiram air, dll.Dengan bergotong-royong dan bekerja sama membersihkan lingkungan, akan mempercepat proses waktu pengerjaan dan tentunya menghemat tenaga.
           Selanjutnya, wujud lain tindakan individu dalam bermasyarakat ialah kompetisi (competition).Kata tersebut bisa mengandung banyak arti, terlebih dalam hal positif dan negative.Mungkin untuk kali ini saya akan mengambil contoh dari kehidupan saya sebagai mahasiswa.Memang masih dalam lingkup bermasyarakat tapi dalam keadaan yang berbeda.Kompetisi yang terjadi dalam kelas perkuliahan memang sangat wajar.Dimana masing-masing individu saling bersaing untuk mendapatkan nilai terbaik.Mengerjakan tugas-tugas dosen,hadir selalu dalam tiap pertemuan mata kuliah yang ada setiap harinya,menjawab kuis,mengerjakan soal-soal UTS dan UAS dengan benar,dll.Dengan segala upaya dan usaha semua berharap menjadi yang lebih unggul dari kawan-kawanya.Tentunya dengan kompetisi yang sehat yang di lakukan.
           Yang terakhir, tindakan lain individu dalam bermasyarakat adalah adanya konflik (conflict).Tindakan ini memang mempunyai penilaian yang cenderung negative.Selain berhubungan dengan fisik, tindakan ini pun bisa berakibat fatal bagi individu yang terlibat jika tidak diselesaikan secepatnya.Dalam bermasyarakat, banyak konflik-konflik yang terjadi, mulai dari hal yang kecil maupun yang besar.Dan bukan tidak mungkin dari hal yang kecil bisa berujung menjadi besar jika tidak bertemunya titik tengah.Dan segala bentuk perbuatan pun bisa memicu terciptanya konflik dalam masyarakat.Misal, dalam satu daerah akan diadakan ‘Pilkada’ dan nama-nama calon nya pun sudah dipilh.Seperti biasa, para kandidat tersebut melakukan kampanye dan ber-orasi untuk menggaet sebanyak-banyaknya pemilih agar bisa menang dalam pemilihan nanti.Namun,ada satu individu lain yang berhati jahat,dengan cara individu tersebut berusaha memfitnah hal-hal yang negative kepada teman-temanya bahwa salah satu calon dipilh melakukan praktek ‘suap’ dalam pelaksanan kampanye nya.Padahal itu jelas-jelas berita bohong.Namun setelah  berita bohong itu sampai ditelinga pihak yang difitnah, mereka pun tidak terima.Mereka tidak tinggal diam.Mereka pun membalasnya dengan melakukan penyerangan kepada kelompok calon lain karena tidak terima dengan pencitraan yang mereka dapat.Dan akhirnya konflik pun tidak terelakkan.Individu-individu tersebut saling bertikai dan dan adu otot.
           Sekilas penjabaran tentang tindakan-tindakan individu di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.Memang tidak banyak contoh contoh yang bisa saya sebutkan, namun mudah-mudahan contoh diatas bisa mewakili semuanya. Adiooossss…           

Kamis, 15 Desember 2011

Fungsi keluarga dalam kehidupan individu

       Sederhana, keluarga adalah kumpulan dari beberapa individu yang satu sama lain terikat hubungan darah dan ada beberapa individu yang di 'tua' kan.Tapi, bukan hanya itu, keluarga bisa juga kita definisikan sebagai wadah yang bersifat natural dimana terikat satu hubungan yang kuat dan saling membutuhkan satu sama lain.Terlihat jelas memang jika sebuah keluarga yang padu akan menciptakan individu-individu yang berkualitas.Berkualitas dalam arti kata pembentukan karakter, mental,sikap, dll untuk individu tersebut yang mungkin tidak didapatkan di tempat lain.
       Fungsi keluarga itu sendiri sangatlah kompleks,terutama bagi individu yang ada didalamnya.Karena disana didapatkan banyak pengalaman berharga tak ternilai dengan apapun,'bahan-bahan' untuk dijadikan 'pondasi' bagi individu yang akan melawan kerasnya kehidupan.Salah satu hal penting yang dijadikan tolak ukur seorang individu bisa dikatakan berhasil atau tidaknya bisa kita lihat dari cerminan keluarganya.Jika keluarganya selalu senantiasa harmonis alhasil tanpa ragu akan tercipta individu-individu yang berhasil pula.
       Banyak manfaat yang bisa dipetik seorang individu dari sebuah keluarga.Selain bermanfaat untuk kehidupan nya nanti, bermanfaat pula untuk dirinya.Ambil contoh sederhana saja, dalam keluarga pasti ada yang namanya Orang Tua.Tidak dipungkiri lagi mereka lebih dahulu terlahir di dunia ini dan menjalani kehidupan ini dengan berpeluh keringat dan langkah yang tak kenal lelah.Sudah pasti banyak pengalaman-pengalaman yang didapatkan, dari mulai yang positif hingga negatif.Dari situlah seorang individu mengambil manfaatnya.Sudah pasti sang orang tua yang terdiri dari Ayah dan Ibu akan sudi untuk berbagi tentang pengalamannya kepada anak-anaknya.Dengan satu tujuan yang mulia, yaitu agar si anak tidak mengulang kembali kesalahan-kesalahan yang pernah mereka buat di masa lampau dan berharap menjadi lebih dari mereka kelak, klasik tapi penuh makna!!!
      Karakter,sikap,kebiasaan,budaya dari orang tua sudah pasti berbeda.Karena pada hakekatnya mereka disatukan karena 'perbedaan'.Secara tidak langsung semua tingkah laku,cara bicara,sikap mereka sehari-hari akan direkam dengan mata mereka.Dan itu juga salah satu manfaat yang bisa diambil oleh sang anak, apakah perlu di tiru atau tidak.Sikap bijaksana dan arif sang anak diperlukan dalam hal ini.Jika andai saja oran tua, dalam hal ini ayah dan ibu, mempunyai tutur kata dan perilaku yang baik, sudah pasti sang anak akan mengikutinya karena dia percaya itu adalah hal yang positif dan berguna dalam kehidupannya nanti yang mungkin jauh lebih keras dibanding orang tuanya.Namun jika sebaliknya,jika sikap dan perilaku dari orang tua nya mencerminkan sikap negatif, bisa ditebak akan seperti apa karakter dan mental yang terbentuk dalam diri si anak.
     Keluarga juga bisa dijadikan sebagai sarana positif untuk tempat 'bersandar' dan 'peraduan terakhir'.Tapi dalam hal ini bukan berarti kita mengecilkan Kuasa ALLAH SWT.Tetap sampai kapanpun kita akan tunduk padaNya.Namun untuk jarak pendeknya, kita gunakan media keluarga.Seberat apapun masalah yang dialami diluar sana, baik yang dialami oleh si anak maupun orang tua, jadikanlah 'keluarga' sebagai salah satu solusinya.Mereka harus bisa menanamkan bahwa keluarga adalah salah satu media yang tepat untuk mencari jalan keluar disamping kita juga harus tetap berdoa.Karena sudah pasti jalan keluar yang dihadirkan dalam keluarga semua bersifat positif dan mengacu kepada pemecahan bukan memperkeruh.Ketimbang diantara masing-masing anggota keluarga sudah tidak percaya lagi dengan keluarganya dan lebih media luar sebagai alterrnatif yang notabene belum jelas asal usulnya,yang ada bukannya menghilangkan satu persoalan tapi malah menambah seribu masalah baru.Rasa sikap saling percaya itulah yang harus ditanamkan oleh masing-masing individu didasar otak mereka!!
      Dengan semakin intensitas nya orang tua berbagi cerita dan pengalaman dan kritikan yang bersifat membangun kepada si anak, lambat laun si anak akan memahami dan mengerti maksud dari perkataan orang tua nya.Hingga pada waktunya nanti, berguna bagi kehidupannya kelak dan tidak 'tersesat' di lika-likunya kehidupan yang fana ini.Semoga.....