Pilih Warna Kesukaan Anda

Efek Blog
Just a little place where i spend my lost time.... -->

Minggu, 08 April 2012

"A & S"

         Dua individu yang awalnya memiliki kehidupan berbeda, tak pernah saling kenal sebelumnya, tak pernah perduli satu sama lain.Masih acuh tak acuh diantara keduanya.Namun keduanya secara tak langsung memiliki kesamaan dalam hal visi dan misi terhadap tujuan awal memulai perkuliahan ini, ya sama-sama ingin segera menyelesaikan kuliah ini tanpa suatu hambatan apapun.
        Namun keadaan itu tak berlangsung lama.Hingga akhirnya pada suatu hari S membuat A berputar otak sekencang-kencangnya.Suatu kejadian yang tak akan pernah mungkin dilupakan oleh A.Kejadian yang membuat A berfikir 1000 kali tentang dirinya.Bahwa sebenarnya A tak menyangka masih ada wanita seperti S, yang bisa dengan tegas melakukan sesuatu diluar pikiran lelaki pada umunya.Dan A menyimpulkan bahwa wanita seperti S lah yang sebetulnya dicari dalam hidupnya.Maaf memang jika A terlalu berharap jauh terhadap S.Dan sejak saat itu S selalu ada dalam pikiran A.Memikirkan bagaimana S sangat menarik untuk dikenal lebih jauh.Namun masih seperti pada awalnya, semua masih biasa saja, tak ada perasaan lebih, hanya teman.
         Namun dengan semakin geliatnya waktu berjalan, semua berubah.S seketika menjadi sangat istimewa dalam hidupnya A.Komunikasi diantara keduanya pun berlangsung semakin intensif.Dan keduanya pun saling mendalami karakter satu sama lain.Dan benar-benar S menjadi sosok yang paling inspiratif disetiap harinya yang dilewati khususnya kuliah.Bagaimana tidak, S yang selalu aktif di kelas membuat A seperti terpecut untuk bisa menyamai nya walaupun sesungguhnya tak akan bisa.Namun A tak kenal menyerah.S dijadikan A sebagai ''baterai tambahan" dalam perkuliahannya.Karena prinsip dari A ialah bahwa Laki-laki tak boleh kalah dengan perempuan, dan itu memang benar adanya terjadi dalam hidupnya A.
        Semua benar-benar tak bisa ditebak.Entah kenapa perasaan terhadap S tiba2 muncul dengan sendirinya, dan makin lama makin kian menebal.Setebal kabut yang terbang bebas di atas pegunungan.Selain karena A suka terhadap cewek pintar, lain itu juga S ternyata mampu membuatnya jauh lebih semangat.Dan itu benar adanya.Dan akhirnya datang hari itu dimana A memberanikan untuk mengutarakan perasaanya terhadap S.Dan bayangkan, itu dilakukannya bukan cafe, atau tempat-tempat romantis yang pada umumnya jadi tempat langganan untuk hal begituan.Dan itu dilakukannya di 'Perpustakaan'.Bayangkan sebuah tempat yang sangat sakral bagi kaum-kaum kutu buku malah dijadikan A sebagai tempat pengungkapan perasaanya.Sebetulnya bukan tanpa alasan A melakukan hal itu.A hanya ingin membuat warna lain dalam hidupnya sendiri dan terlebih buat S.Bahwa jarang atau malah tak mungkin ada orang yang dengan gamblang mengutarakan perasaan nya terhadap lawan jenisnya di perpustakaan.Dan berharap bisa menjadi memori yang tak terlupakan bagi keduanya.Namun sayang, seribu sayang, hanya hasil buruk yang didapat A.Yaitu sebuah penolakan.Sungguh semua diluar harapan A.Seketika hancur berantakan, gelap dan seperti kehilangan arah. Padahal apabila benar diterima oleh S, betapa bahagia luar biasanya A, bisa punya kekasih yang pintar, cantik, pula imut.Bisa sama-sama saling support dalam perkuliahan, namun juga bisa menjadi teman ngobrol yang menyenangkan.Ya, memang bagi A status pacar itu  hanyalah sebuah status, namun yang terpenting dibalik itu status, dimana keduanya saling memiliki, saling menyayangi, saling support satu sama lain,rela berkorban,saling pengertian,namun.........
         Namun sebelum jawaban penolakan itu diterima oleh A, ada kejadian menyedihkan lagi setelah 'kejadian' itu. Bahwa ternyata diluar dugaan, Hp nya S lenyap dari rapatnya loker.Entah bagaimana caranya si maling brengsek itu mengambilnya.Namun, itu semua memang harus terjadi,alias takdir alias sudah kehendak ALLAH swt. A takut bukan kepalang,sungguh merasa bersalah karena A adalah orang terakhir yang ada di tkp.Namun S dengan tenang meyakinkan A bahwa semua akan baik-baik saja.Tapi, ada satu point penting yang didapat A dari S, bahwa ternyata S adalah benar-benar bukan wanita sembarangan alias luar biasa.Walau sedikit masih kekanak-kanakan (mungkin karena faktor umurnya), ternyata S adalah wanita yang tegar dan kuat..Bisa menerima semua keadaan yang menimpanya.Dan itu semakin membuat yakin A bahwa S adalah wanita yang A cari.Ya,memang dirinya.
         Memang A benar-benar menyukai dan menyayangi S setengah mati, bahkan apapun yang dinginkan S akan berusaha dituruti A.Tetapi aneh, A memang sudah ditolak oleh S, tapi entah kenapa A seperti tak berhenti mengejar dan terus meyakinkan S agar bisa menerima A.Walaupun kenyataan pahit harus diterima A bahwa S memang tidak pernah suka dengan A, dan S tak akan pernah mau menjalin hubungan serius dengan teman sesama kuliah.PEDIH!!Tapi itu realita namanya.Karena benar adanya, tak mungkin perasaan seseorang dipaksakan begitu saja, dan setiap orang mempunyai hak untuk berpendapat dan menentukan pilihannya sesuai hati nuraninya.
        S memang telah menjadi candu buat A.Dan cara komunikasi mereka berdua pun semakin unik.Dimulai dari obrolan dikelas (walau jarang memang awalnya), cetingan, sms-an, dan sekarang berlanjut telpon2an.Sungguh urutan algoritma yang menarik untuk disimak.Karena kini, yang ada di otaknya A hanya ada 3 yang dipikirkannya, yaitu kuliah nya A, beasiswa nya A, dan yang terakhir S.Tak ada lagi yang lain,walau pernah ada satu kejadian S menyuruh A untuk menjauhinya.Makin lengkap saja kepedihan A.Namun entah kenapa dibalik semua kepedihan yang dialami A, tak membuat A menyerah begitu saja, justru A merasa semakin gigih untuk bisa mendapatkan A. Semua dinikmati A dengan keindahan. Aneh memang.Mungkin kalau itu terjadi bagi laki-laki lain mungkin akan berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan A.Tapi berbeda dengan apa yang terjadi dengan A.Bahwa semakin merasa semangat dengan usahanya walau A tahu hasilnya akan nihil.Inti nya walau harapan itu hanya terlihat sebesar lubang jarum, namun selama masih ada usaha dan kemauan pasti lubang jarum itu akan terlihat besar seperti hamparan jagad raya yang ada di alam semesta ini.Bukan bermaksud terlalu percaya diri atau bagaimana, namun semua hasil akan terlihat selagi masih ada niat, usaha, dan kemauan.
        Semakin hari A semakin menyayangi S.Berbagai cara dilakukan agar bisa membuat S senang.Dasar nya adalah rela berkorban terhadap sosok yang disukainya pula disayanginya.Karena dasarnya A adalah ketika A sudah menyukai terhadap sesuatu, baik manusia ataupun benda, sampai kapanpun A akan terus menjaganya dengan baik sekuat tenaga.Dan ini sekarang terjadi pada sosok S.Disetiap kesempatan A selalu berusaha berada bersama dengan S.Dan itu akan dijadikan sebuah kenangan yang akan terekam indah di kepala A.Ya tidak tahu kalau dengan S.Bisa bercanda dan tertawa bersama merupakan kebahagiaan tersendiri bagi A.Bisa melihatnya tersenyum lepas sudah membuat hati A tenang.Memang terkadang juga A sering membuat kesalahan terhadap S dan tak ayal membuat kesal bahkan marah terhadap A.Namun benar-benar sungguh tak bermaksud untuk membuat marah atau kesal S.Itu mungkin hanya sebuah kekhilafan.
         Haahaha...bahkan A terkadang merasa tak enak dengan S.Apakah pantas seorang laki-laki bodoh menyukai wanita pintar dalam hal ini S???Dan sudah pasti wanita pintar tak akan pernah menyukai laki-laki bodoh seperti A. S telah banyak menggoreskan pena warna nya di kanvas hidupnya A.Dan hidup A pun kian berwarna layaknya pelangi yang muncul setelah hujan turun.Indah.Namun sesungguhnya A hanya ingin menyampaikan ke S bahwa ada laki-laki yang teramat sangat menyukai dan menyayanginya.Akan terus berdiri disamping S kapanpun S membutuhkan A.Diperkuliahan pun mereka  berlaku profesional.Tak pernah membawa urusan pribadi kedalam acara perkuliahan,kalau pas kuliah ya isinya hanya berbau kuliah, belajar dan belajar.Urusan pribadi baru boleh disinggung ketika sudah diluar kuliah.Dasarnya agar tak menganggu satu sama lain dalam meraih hasil terbaik bagi keduanya dalam perkuliahan ini.
          And this ini untold story.........

HIDUP

       Sebuah kata sederhana yang bisa memunculkan banyak makna.Dimana setiap makna nya menyimpulkan sebuah keinginan.Tidak dipungkiri bahwa setiap makhluk yang bernafas di dunia ini pasti menjalankan yang namanya hidup.Bukan karena mereka bernyawa, tetapi bagaimana mereka belajar menggali tumpukan misteri dalam hidup ini ketika mereka hidup.Tak mudah memaknai hidup.Karena tidak serta merta-merta hanya ditafsirkan sebagai sebuah slogan melainkan nilai yang bisa menjadikan makhuk tersebut bisa bertahan dalam dunia yang penuh dengan kefanaan.
         Hidup adalah sebuah tolak ukur pula patokan.Dengan mereka hidup berarti mereka bisa menemukan jatidiri mereka yang sebenarnya.Tanpa hidup mereka tak akan bisa bertahan lama dalam dunia ini.Ya,dunia ini begitu keras, layaknya keras nya batu karang yang tak goyah dihempas deruan ombak lautan.Setiap individu mempunyai pandangan tersendiri tentang hidup.Bisa sebagai anugrah, keistimewaan makhluk ciptaan Tuhan ataupun sebuah tanggung jawab.
    Hidup adalah sebuah perjuangan.Perjuangan dari titik nadir sampai titik darah penghabisan.Perjuangan yang bukan hanya untuk dirinya semata, tapi bisa bermanfaat untuk orang-orang yang dikasihinya.Ketika seorang manusia sudah mengerti apa arti hidup,tujuan mereka hidup, dan bagaimana caranya agar terus hidup, berarti manusia tersebut sudah bisa mengerti dan paham untuk apa mereka ada di dunia ini.Semangat dan kerja keras adalah salah satu bentuk pengaplikasian dari sebuah hidup.
            Hidup adalah beban.Mengapa? Karena dengan mereka hidup, berarti secara tak langsung ada satu beban yang harus mereka emban.Dan beban akan semakin terus beranak-pinak menjadi beban-beban yang lainnya jika mereka tak segera keluar dari beban yang sebelumnya.Beban bagaimana seorang Ayah harus menafkahi keluarganya, beban dimana seorang presiden harus bisa menjadi pemimpin yang bijak bagi rakyatnya, beban bagaimana seorang petani bisa dengan statis nya menjaga ladang nya agar terus bisa menghasilkan padi yang berkualitas, beban dimana seorang polisi harus menjadi aparat penegak hukum yang terus mengayomi serta menjadi pelindung masyarakat, beban dimana seorang pelajar harus terus menuntut ilmu dan mencetak prestasi-prestasi yang membanggakan, beban dimana seorang guru harus mencetak murid-murid yang berkualitas,dll.Ya, ini lah HIDUP!! 
         Titik akhir sebuah hidup manusia bukan ditentukan dari kesuksesan.Masih banyak yang salah menafsirkan ini.Kesuksesan sebuah hidup diartikan sebagai kesuksesan sebuah materi.Memang tidak munafik, bahwa materi lah yang akan berbicara  di setiap akhir episode.Namun  apakah cuman sampai situ saja? Tentu tidak.Hidup diibaratkan sebuah tangga.Tangga yang didalamnya memiliki anak tangga yang menjulang tinggi ke atas tanpa terlihat ujung tangga tersebut.Dan tugas sebagai makhluk yang bernafas adalah memijaki tangga tersebut satu persatu, tak kenal lelah.Dan disetiap anak tangga yang kita pijaki ataupun yang akan kita pijaki, mempunyai maksud yang berbeda.Semakin tinggi anak tangga yang akan kita pijaki, semakin tinggi pula tanggung jawab kita sebagai makhluk yang bernafas.Dan butuh waktu yang cukup lama untuk berpindah dari satu anak tangga menuju anak tangga diatasnya.
             Contoh mudah nya saja, sebelum sampai ke titik ini, pastilah semua melewati masa kecil.Terhitung sejak kita terlahir ke dunia ini dan melihat betapa indahnya dunia ini yang tak lain hasil karya Tuhan yang tak ada duanya.Saat kita lahir,kita masih berada di dasar anak tangga.Beranjak dewasa, semakin beranjak pula tangga hidup kita.Melewati masa remaja, anak tangga semakin terasa berat untuk dipijaki.Karena dimasa itulah kita akan belajar betapa mahalnya sebuah nilai hidup.Dan masuk ke jenjang yang lebih tinggi lagi, yakni manusia tersebut memutuskan untuk berumah tangga.Semakin terasa tinggi saja anak tangga yang akan kita pijaki, karena pada fase itu seorang manusia khususnya laki-laki harus sudah siap mempertaruhkan seluruh jiwa raganya sampai nafasnya berakhir untuk bisa menyelamatkan hidup dari beberapa nyawa yang hidup bersamanya.Seorang wanita pun juga siap bertarung dengan kematian agar bisa menyelamatkan keturunannya dan melihat keturunannya bisa menjadi orang yang berhasil di kemudian hari.Tak ada pengecualian gender dalam pemaknaan hidup.Semua di sama ratakan.
          Hidup adalah cinta, karena hidup tak lepas dari yang namanya cinta.Cinta kepada Tuhan, cinta kepada orang tua, ataupun cinta terhadap pasangan yang teramat sangat dicintainya.Dengan sedikit menambahkan cinta dalam dirinya, maka seperti tersengat sesuatu yang membuat kita bisa dengan tegar menjalankan hidup.Ya, cinta ibarat energi tak terbatas dari seorang manusia.Walaupun hidup tak melulu soal cinta.Cinta terkadang bisa membuat hidup seorang manusia menjadi lupa akan tujuan awalnya hidup di dunia.Namun jika seorang manusia sudah berteman akrab dengan cinta, maka ia akan menjaga erat cinta itu sama hal nya ia mencintai hidupnya sendiri.Mereka bisa melakukan hal-hal yang terkadang diluar tingkah aslinya.Sekali lagi, hidup adalah cinta dan cinta adalah energi sebuah hidup.
           Titik awal sebuah hidup dari seorang manusia adalah ketika sang mentari bertolak menuju ranah timur, yang berarti dimana mata pertama kali terbuka dari lelapnya tidur melewati singgasana malam yang tak sadar mereka lalui. Langit pun mulai menampakkan dirinya.Dan benda yang pertama kali muncul mengiringi dimulainya sebuah hidup ialah harapan.Setitik harapan bisa berarti segumpal tenaga untuk terus berjalan disamping hidup.Kala mentari kian meninggi membawahi kita, tantangan hidup akan dimulai.Dan sudah menjadi nasib kita sebagai manusia sudah harus bisa berfikir akan dibawa kemana langkah kaki ini.Apakah hanya akan tetap berjalan di tempat atau bisa lanjut menuju bidak kehidupan yang kian berkembang.Dan ketika sang mentari kembali ke peraduannya, disanalah usaha mereka untuk tetap hidup terhenti sementara,dan menyiapkan sebongkah tenaga untuk kembali menjalani hidup nya esok hari.Dan begitu seterusnya.
          Dan berakhirnya sebuah hidup adalah ketika berhentinya sebuah nafas dari manusia itu sendiri.Dimana semua beban, pikiran, masalah semua berhenti dengan sekejap.Tak ada lagi persoalan hidup yang terus merasuk dalam pikirannya.Semua hilang dengan seketika, terhenti dan mungkin terulang kembali.Dan yang tersisa hanyalah sebuah rekam jejak kehidupan yang mungkin akan menjadi kenangan abadi yang tak pernah hilang.Dan demikian akhir dari sebuah penafsiran soal hidup di mata saya.Benar atau salahnya tergantung dari pemikiran tiap-tiap individu.Intinya "HIDUP ADALAH FILM TERBAIK SEPANJANG MASA,MAKA SEGERALAH LAKUKAN PERTUNJUKAN YANG TERBAIK...." 
          
        
         
       

Jumat, 23 Maret 2012

Mengomentari Isi dari Sebuah Karya Sastra dan Hubungannya Dengan Manusia

         Untuk tugas yang satu ini, adalah mengomentari isi dari sebuah karya sastra atau lebih gampangnya kita sebut 'resensi'.Dan sebuah karya sastra yang akan di bahas kali ini adalah sebuah novel karya pengarang terkenal di era tahun 80'an.Novel ini berjudulkan 'AKU,KELUARGAKU & TETANGGAKU' karya 'DARMAN MOENIR'.Novel ini diterbitkan oleh BALAI PUSTAKA tahun 1993.
          Sekilas sebelum menjabarkan resensi dari novel ini, sedikit saya ingin menampilkan sedikit biografi dari si penulis yaitu 'DARMAN MOENIR'. Lahir pada 27-Juli-1952 di Sawang Tengah, Batu Sangkar, Sumatra Barat.Setamat nya dari SSRI (sekolah Seni Rupa Indonesia) Negeri Padang, beliau melanjutkan ke Akademi Bahasa Asing Prayoga, jurusan Bahasa Inggris (1974).Pernah juga mengikuti kuliah di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Bung Hatta.Namun kesarjanannya di tempuh dengan tesis The Language Used in the -"Tambo" - a Pleminary Study on Classical Minangkabau works di jurusan Bahasa Inggris Prayoga tahun 1989.Anak sulung dari guru Bahasa Indonesia SMP ini mulai aktif menulis dalam usia 18 tahun, memimpin Grup Studi Sastra 'Krikil Tajam' (1973).Tidak hanya novel yang beliau tulis, namun cerpern, puisi,esei,cerita anak-anak dan penterjemah.Dan khusus untuk novel yang kebetulan saya jadikan resensi ini yakni 'AKU,KELUARGAKU & TETANGGAKU" meraih hadiah II Sayembara majalah Kartini tahun 1987.Dari pemerintah sendiri, beliau mendapat Hadiah Sastra 1992.
           Bila secara sekilas kita lihat judulnya, pasti nya kita sudah bisa menebak apa isi cerita dari novel ini.Daripada penasaran, langsung kita tengok sedikit resensi dari novel ini...

...........Cerita fiktif ini diawali dari sebuah karakter yang sekaligus menjadi tokoh utama dalam novel ini yakni bernama Lano.Seorang anak desa yang nekat mengadu nasib ke kota besar.Setamatnya kuliah di salah satu universitas swasta, Lano tak lantas langsung melamar pekerjaan ke instansi atau perusahaan.Dia lebih memilih menjadi seorang penulis sebagai pengisi topik di salah satu surat kabar ibu kota.Lano beristrikan 1 orang dan dikaruniai 2 orang anak laki-laki.Awalnya istrinya hanyalah seorang penganggur karena masih belum berkeinginan meniti karir.Sampai satu waktu memantapkan diri menjadi seorang pegawai kantoran meski di bantu oleh sahabatnya, memang sedikit mengorbankan idealisme memang.
           Lano bekerja pada malam hari.Dengan ditemani sebuah mesin tik tua dan beberapa carik kertas, dia asik menerawang imajinasinya untuk dijadikan sebuah tulisan.Terlihat sebuah resiko memang ketika suara mesin tik-nya yang berdengung statis tiap malam yang akan membangunkan tetangga-tetangganya sekitar.Namun apa mau dikata bagi Lano?Karena pada prinsipnya Lano menulis agar bisa tetap menyalakan api kehidupan, menyalakan api di dapur.Klimaks dari cerita ini ialah ketika mereka sepakat untuk mengontrak rumah di sebuah komplek setelah mereka berpeluh keringat berpindah kontrakan rumah dari yang satu ke yang lainnya.Ternyata pilihan mereka berdua salah, yang pada awalnya ,pindah ke lingkungan komplek akan membuat mereka kerasan dan betah, justru sebaliknya.Di komplek inilah sumber bencana untuk keluarga mereka berasal.
           Semua lakon utama dalam permasalahan keluarga Lano adalah para tetangganya yang entah dengan sengaja atau memang sudah menjadi sifat menurun di komplek itu untuk saling menghasut.Dan kali ini korbannya adalah Lano beserta keluarganya.Segala macam fitnah mereka terima, dari yang awalnya tidak mereka tanggapi namun lama kelamaan tebalnya kuping mereka harus terkikis karena tak tahan di serang sana-sini dari para tetangga mereka yang intinya tak tahu apa maksud mereka sebenarnya.Seperti Lano dan istri seperti sedang bermain sebuah peran dan yang menjadi sutradaranya adalah para tetangganya.Dan sampailah pada anti klimaks pada cerita ini, bahwa karena sudah merasa tak tahan dengan fitnahan yang terus berdengung di kuping mereka, akhirnya Lano memutuskan untuk pergi dari rumah meninggalkan istri beserta kedua anaknya yang masih kecil-kecil.Ya alasan Lano pergi sangat jelas, karena Lano ingin mencari kedamaian, karena kedamaian buat Lano seperti garis cakrawala yang diburu kian menjauh.........

          Dan jika kita menghubungkan sepenggal cerita diatas dengan kehidupan manusia adalah kita memang sedari dahulu hidup bertetangga alias berkelompok.Tak mungkin kita hidup sendiri.Dan pasti kita pernah mendengar istilah ini 'saudara terdekat kita ya tetangga kita...'Ada benarnya juga istilah tersebut, namun jika kita menelaah dari cerita diatas bahwasanya tidak semua tetangga kita beri'tikad baik dengan kita.Bukan bermaksud berprasangka buruk atau bagaimana, namun kita tetap harus waspada dengan tetangga sekitar kita.Pasti ada saja omongan-omongan selentingan tentang keluarga kita.Dan itu harus siap kita terima.Dan mungkin memang sudah seperti membudaya, jika di dalam sebuah lingkungan komplek itu pasti ada saja cibiran-cibiran tidak enak yang ditujukan untuk tetangga lainnya.tinggal kita menyikapinya bagaimana, apakah hanya dianggap angin lalu saja oleh kita atau malah di telan mentah-mentah dan malah berujung ke percekcokan satu dengan lainnya??????

Rabu, 21 Maret 2012

Idealisme Keindahan Moral pada Generasi Muda

          Kalau bicara soal yang namanya Keindahan, pastilah yang tergambarkan langsung sesuatu yang bagus, cantik, enak dipandang, dll.Bisa diterapkan untuk suatu benda ataupun manusia.Intinya tak nampak sedikitpun sebuah kejelekan dari sebuah keindahan.Sumber dari keindahan itu sendiri itu pun beragam, bisa memang ada yang langsung tersaji dari alam, atau memang sengaja dibuat.
          Namun untuk kali ini agak sedikit berbeda, yakni sebuah gambaran tentang keindahan namun dalam konteks yang lain.Yakni teraplikasi lebih ke yang namanya moral.Ya, sebuah keindahan moral yang bisa tercipta dari tata perilaku dan tutur bahasa dari si individu itu sendiri.Tapi khusus yang kali ini akan disorot bagaimana kah idealisme sebuah keindahan moral itu jika dilihat dari kacamata generasi muda.Mengapa yang diambil adalah generasi muda? Mungkin alasan terbesar yang bisa menjawabnya adalah karena dari generasi muda lah semua nya berawal, mulai dari proses pencarian jati diri, mental, cara berfikir, dll.Semua berakar dari generasi muda.Generasi yang mungkin di kategorikan sebagai tonggak tegak nya dari sebuah bangsa.
          Jika kita sedikit menilik ke belakang, akhir-akhir ini semakin meresahkan dan memprihatinkan saja moral dari generasi muda bangsa ini.Tak nampak lagi sebuah keindahan moral yang mereka sajikan.Mereka seperti tak tahu bagaimana cara memperlihatkan sebuah keindahan moral pada yang lainnya, terutama generasi di bawahnya.Contoh yang umum saja yang sering kita saksikan di sekitar, generasi muda zaman sekarang rata-rata kebanyakan lebih sering bersikap anarkis dalam melakukan sesuatu terutama dalam hal penyelesaian masalah yang dihadapi, ada pula generasi muda yang moralnya benar-benar di ujung tanduk seperti suka mabuk-mabukan, judi, free sex, drugs, dll.Entah apa yang terjadi dengan mereka?Apakah mereka benar-benar sudah miskin keindahan moral??Dan jika dibiarkan terus-menerus, maka bisa ditebak akan jadi seperti apa nasib bangsa ini jika hampir semua generasi muda nya terkikis moral nya....
         Sebenarnya pasti ada lah jalan keluarnya bagaimana mengembalikan sebuah keindahan moral untuk mereka.Kalau menyinggung soal moral, pastilah sedikit banyak bersumber dari rumah, tepatnya lingkungan keluarga.Dimana sedari kecil mereka di titiskan bagaimana menjadi pribadi yang indah moral nya.Bisa dari moral si Orang tua yang ditiru oleh sang anak atau hal yang lainnya.Misal, si Orang tua bermoral kan luhur yakni suka menolong sesama tanpa pamrih.Dan dengan sengaja si orang tua memperlihatkan ke depan si anak bagaimana cara menghargai sesama dan tolong-menolong tanpa pamrih pula.Pastilah dengan sendirinya akan terekam dalam memori si anak dan akan tumbuh kembang membangun moral mereka sering bertambah dewasanya mereka.Selain keluarga pun banyak hal yang bisa membangun sebuah keindahan moral bagi generasi muda, yakni dari pergaulan sesama teman.Ingat, tidak semuanya teman membawa pengaruh yang positif untuk perkembangan moral kita.Bisa saja kita kita tanpa disadari berteman dengan teman yang suka mabuk-mabukan, judi. drugs, dll.Tentu moral kita akan hancur sebagai pribadi yang awalnya anti terhadap hal begituan namun jadi terjerumus dan akhirnya tenggelam menuju kehancuran.Sungguh mengenaskan....
          Idealnya sebuah gambaran tentang keindahan moral bagi generasi muda ialah bagaimana generasi muda ini mempunyai moral yang luhur dan apik.Generasi muda yang mempunyai semangat nasionalisme tinggi, berbudi pekerti baik, mampu menjadi teladan bagi sekitarnya dengan segala sikap dan perilakunya yang sopan lagi santun, mampu berfikir sehat dalam menyelesaikan suatu permasalahan dan mencari jalan keluar dengan otak yang dingin.Memiliki tutur kata bahasa yang baik belum bisa dipastikan memiliki sebuah keindahan moral. Bisa saja perilakunya masih negatif, misal suka mencuri, sombong, senang berkelahi, dll.Kalau bisa dibilang, keindahan sebuah moral tertuang dalam satu paket dimana semua saling berhubungan.Punya perilaku baik, namun tutur katanya tidak dijaga ya percuma juga.
          Memang agak sedikit miris moral generasi muda zaman sekarang.Mereka lebih senang menggunakan kekerasan di banding menggunakan akal sehat yang mereka miliki.Mereka lebih suka melakukan sesuatu yang aslinya mereka tahu itu membahayakan untuk orang lain dan dirinya sendiri, namun tetap dilakukan.Hampir kebanyakan generasi muda sekarang tak tahu lagi bersikap sopan nan santun kepada orang yang lebih tahu dari mereka.Mereka dengan gampangnya meremehkan dan menyepelekan orang-orang yang jelas-jelas lebih tua dari mereka.Generasi muda zaman sekarang juga bisa dibilang generasi muda  dengan moral bobrok.Sedikit kasar memang, namun tidak semua memang, tapi rata-rata kebanyakan.Mengapa di bilang bobrok?? Contoh gampang saja, banyak generasi muda sekarang yang tak tahu lagi membedakan mana yang baik dan buruk.Dengan mudahnya mereka lebih memilih sesuatu yang buruk ketimbang yang baik, contoh disaat mereka senang akhirnya mereka lupa diri dan menuju ke mabuk-mabukan dan masuk dalam kehidupan dunia malam.Disaat mereka jatuh pun sama saja, bukan nya lari ke sang pencipta untuk mengadukan semua masalahnya malah mereka memilih obat-obatan sebagai media penyembuh.Artinya generasi muda zaman sekarang kebanyakan bermoralkan cepat putus asa.Mereka sulit sekali berfikir jernih.Semua maunya serba instant dan tak mau berusaha.Akhirnya menghalalkan segala cara untuk mendapatkan semua yang mereka inginkan.Moral beragama generasi muda sekarang pun nampak kian padam.Mereka seakan tak tahu lagi jalan menuju ALLAH swt.Malah mereka berkiblat ke sesuatu yang tak jelas dan bahkan mengundang musyrik.Balik lagi, mereka mungkin sedari kecil kurang mendapat pengetahuan soal agama dari keluarganya dan akhirnya setelah besar mereka seperti buta arah.Sungguh dari mana semua keadaan ini berakar??
          Maka dari itu, mulai dari sekarang khusunya para generasi muda (ditekankan generasi muda yang membaca secarik artikel ini) bisa mempertahankan sebuah nilai keindahan moral.Memang tak mudah, tapi jika terus dipelihara dan diterapkan lambat laun akan mengakar ke sesama maupun generasi muda yang ada di bawahnya.Karena esensi dari sebuah keindahan moral adalah sebuah sikap sebuah nilai kemuliaan yang muncul tanpa dibuat-buat dan menciptakan sebuah keharmonisan jika semuanya bisa mewujudkannya...
         

Selasa, 20 Maret 2012

Obat dari penyakit hati dilihat dari agama & kepercayaan masing-masing

          Memang kalau bicara soal penyakit, pastilah semua ada penyebabnya.Dari mulai terjangkit virus, tertular dari si penderita atau kurangnya menjaga kesehatan.Dan intinya itu semua berasal dari dunia luar.Namun ada satu jenis penyakit yang hampir pasti dimiliki setiap individu di seluruh dunia ini.Penyakit yang dimana sumber nya berasal dari pribadi sendiri dan cara menyembuhkannya terbilang unik, bukan dengan obat herbal ataupun ramuan-ramuan mujarab melainkan dari diri sendiri dan ketaqwaan.Mengapa demikian?Karena penyakit yang satu ini bukan berasal dari virus ataupun bakteri hidup, penyakit ini dinamakan 'penyakit hati'.Bukan berarti hati sesungguhnya, namun hati atau jiwa yang terjangkit penyakit tersebut.Efek jika terjangkit penyakit ini bukan lah sakit pada beberapa anggota tubuh, namun bisa berakibat bertambahnya 'dosa'.Karena jika seseorang telah terjangkit penyakit ini, urusannya bukan hanya kepada sesama manusia tapi bisa langsung ke Sang Pencipta.
         Penyakit psikis/penyakit hati bisa menyerang siapa saja.Tak perduli usia, suku, asal, atau apapun.Alias tak pandang buluh.Penyakit hati yang sering muncul pada umumnya ialah dengki, iri, sombong,dll.Mungkin dalam istilah kedokteran, mereka tak mengenal istilah penyakit itu.Itulah mengapa tadi diatas di sebutkan bahwa sumber penyakit ini bukan dari bakteri/virus.
          Contoh pertama yang akan di jelaskan yaitu penyakit hati dengki.Ya, penyakit ini muncul jika seseorang tak senang melihat kesuksesan atau keberhasilan sesorang.Dia merasa dengki karena nasib nya tak sama dengan orang itu.Muncul di benak otak nya untuk bisa menyamainya.dan segala cara apapun dihalalkan.Bisa berupa merencanakan untuk menjatuhkan nya, memfitnah nya, dll.Sungguh hal yang terpuji.Tak perduli dosa yang dihasillkan dari perbuatannya, yang penting dia senang melihat orang yang disiksanya merasa jatuh.
          Sebetulnya masih banyak lagi contoh-contoh penyakit hati lainnya.Namun tak mungkin di jabarkan juga satu persatu disini.Kalau bicara 'penyakit' pastilah ada obat nya atau penawarnya.Dan untuk yang satu ini, obat atau ramuan penyembuh dari penyakit ini ialah Keimanan dari pribadi masing-masing.Mengapa demikian, karena semua penyakit itu timbul dari dalam diri kita sendiri.Kasarnya, dengan sengaja kita yang menciptakan penyakit itu.Hanya dengan meningkatkan keimanan dari diri kita sendiri, insya ALLAH semua akan terhindar dari penyakit.Sebagai seorang muslim, sepatutnya kita menjauh dari penyakit itu.Karena dengan bersemayam nya penyakit itu, maka selain dosa yang kita dapat, efek yang timbul dalam kehidupan sehari-hari juga buruk.Seperti halnya, tidak disukai teman,menganggap dirinya paling hebat diantara semua nya,dll.Benar-benar tidak mencerminkan sikap seorang muslim.Tentu jika ingin benar-benar menjadi seorang muslim sejati, sudah sepatut nya dan sewajib nya kita berpedoman pada sikap dan perilaku nya Baginda Nabi Besar kita Nabi Muhammad saw.Bukan tanpa alasan mengapa kita harus berpedoman pada beliau.Sudah terbukti adanya dan jelas tertuang dalam kitab suci Al-Quran bahwa sikap dan perilaku beliau sangat mulia sedari beliau masih kecil.Betapa beliau mempunya hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan jiwa yang bersahaja.Ucapan dan tutur kata beliau juga bisa teladani.Tak pernah berdusta, congkak, apalagi suka memfitnah orang lain.
           Maka dari situlah cara lain untuk menjadikan obat dari penyakit hati.Perbanyak iman dan taqwa dan percaya bahwa diatas langit masih ada langit, artinya segala sesuatu yang kita banggakan, sombongkan di dunia akan tak berarti apa-apa karena masih ada Sang Pencipta dan Sang Maha Segalanya, yaitu ALLAH swt.Jadi, jauhi dari sekarang semua yang bisa menjangkitkan penyakit hati.Kalau bukan dimulai dari diri kita sendiri, mau dari siapa lagi??