Pilih Warna Kesukaan Anda

Efek Blog
Just a little place where i spend my lost time.... -->

Minggu, 08 April 2012

HIDUP

       Sebuah kata sederhana yang bisa memunculkan banyak makna.Dimana setiap makna nya menyimpulkan sebuah keinginan.Tidak dipungkiri bahwa setiap makhluk yang bernafas di dunia ini pasti menjalankan yang namanya hidup.Bukan karena mereka bernyawa, tetapi bagaimana mereka belajar menggali tumpukan misteri dalam hidup ini ketika mereka hidup.Tak mudah memaknai hidup.Karena tidak serta merta-merta hanya ditafsirkan sebagai sebuah slogan melainkan nilai yang bisa menjadikan makhuk tersebut bisa bertahan dalam dunia yang penuh dengan kefanaan.
         Hidup adalah sebuah tolak ukur pula patokan.Dengan mereka hidup berarti mereka bisa menemukan jatidiri mereka yang sebenarnya.Tanpa hidup mereka tak akan bisa bertahan lama dalam dunia ini.Ya,dunia ini begitu keras, layaknya keras nya batu karang yang tak goyah dihempas deruan ombak lautan.Setiap individu mempunyai pandangan tersendiri tentang hidup.Bisa sebagai anugrah, keistimewaan makhluk ciptaan Tuhan ataupun sebuah tanggung jawab.
    Hidup adalah sebuah perjuangan.Perjuangan dari titik nadir sampai titik darah penghabisan.Perjuangan yang bukan hanya untuk dirinya semata, tapi bisa bermanfaat untuk orang-orang yang dikasihinya.Ketika seorang manusia sudah mengerti apa arti hidup,tujuan mereka hidup, dan bagaimana caranya agar terus hidup, berarti manusia tersebut sudah bisa mengerti dan paham untuk apa mereka ada di dunia ini.Semangat dan kerja keras adalah salah satu bentuk pengaplikasian dari sebuah hidup.
            Hidup adalah beban.Mengapa? Karena dengan mereka hidup, berarti secara tak langsung ada satu beban yang harus mereka emban.Dan beban akan semakin terus beranak-pinak menjadi beban-beban yang lainnya jika mereka tak segera keluar dari beban yang sebelumnya.Beban bagaimana seorang Ayah harus menafkahi keluarganya, beban dimana seorang presiden harus bisa menjadi pemimpin yang bijak bagi rakyatnya, beban bagaimana seorang petani bisa dengan statis nya menjaga ladang nya agar terus bisa menghasilkan padi yang berkualitas, beban dimana seorang polisi harus menjadi aparat penegak hukum yang terus mengayomi serta menjadi pelindung masyarakat, beban dimana seorang pelajar harus terus menuntut ilmu dan mencetak prestasi-prestasi yang membanggakan, beban dimana seorang guru harus mencetak murid-murid yang berkualitas,dll.Ya, ini lah HIDUP!! 
         Titik akhir sebuah hidup manusia bukan ditentukan dari kesuksesan.Masih banyak yang salah menafsirkan ini.Kesuksesan sebuah hidup diartikan sebagai kesuksesan sebuah materi.Memang tidak munafik, bahwa materi lah yang akan berbicara  di setiap akhir episode.Namun  apakah cuman sampai situ saja? Tentu tidak.Hidup diibaratkan sebuah tangga.Tangga yang didalamnya memiliki anak tangga yang menjulang tinggi ke atas tanpa terlihat ujung tangga tersebut.Dan tugas sebagai makhluk yang bernafas adalah memijaki tangga tersebut satu persatu, tak kenal lelah.Dan disetiap anak tangga yang kita pijaki ataupun yang akan kita pijaki, mempunyai maksud yang berbeda.Semakin tinggi anak tangga yang akan kita pijaki, semakin tinggi pula tanggung jawab kita sebagai makhluk yang bernafas.Dan butuh waktu yang cukup lama untuk berpindah dari satu anak tangga menuju anak tangga diatasnya.
             Contoh mudah nya saja, sebelum sampai ke titik ini, pastilah semua melewati masa kecil.Terhitung sejak kita terlahir ke dunia ini dan melihat betapa indahnya dunia ini yang tak lain hasil karya Tuhan yang tak ada duanya.Saat kita lahir,kita masih berada di dasar anak tangga.Beranjak dewasa, semakin beranjak pula tangga hidup kita.Melewati masa remaja, anak tangga semakin terasa berat untuk dipijaki.Karena dimasa itulah kita akan belajar betapa mahalnya sebuah nilai hidup.Dan masuk ke jenjang yang lebih tinggi lagi, yakni manusia tersebut memutuskan untuk berumah tangga.Semakin terasa tinggi saja anak tangga yang akan kita pijaki, karena pada fase itu seorang manusia khususnya laki-laki harus sudah siap mempertaruhkan seluruh jiwa raganya sampai nafasnya berakhir untuk bisa menyelamatkan hidup dari beberapa nyawa yang hidup bersamanya.Seorang wanita pun juga siap bertarung dengan kematian agar bisa menyelamatkan keturunannya dan melihat keturunannya bisa menjadi orang yang berhasil di kemudian hari.Tak ada pengecualian gender dalam pemaknaan hidup.Semua di sama ratakan.
          Hidup adalah cinta, karena hidup tak lepas dari yang namanya cinta.Cinta kepada Tuhan, cinta kepada orang tua, ataupun cinta terhadap pasangan yang teramat sangat dicintainya.Dengan sedikit menambahkan cinta dalam dirinya, maka seperti tersengat sesuatu yang membuat kita bisa dengan tegar menjalankan hidup.Ya, cinta ibarat energi tak terbatas dari seorang manusia.Walaupun hidup tak melulu soal cinta.Cinta terkadang bisa membuat hidup seorang manusia menjadi lupa akan tujuan awalnya hidup di dunia.Namun jika seorang manusia sudah berteman akrab dengan cinta, maka ia akan menjaga erat cinta itu sama hal nya ia mencintai hidupnya sendiri.Mereka bisa melakukan hal-hal yang terkadang diluar tingkah aslinya.Sekali lagi, hidup adalah cinta dan cinta adalah energi sebuah hidup.
           Titik awal sebuah hidup dari seorang manusia adalah ketika sang mentari bertolak menuju ranah timur, yang berarti dimana mata pertama kali terbuka dari lelapnya tidur melewati singgasana malam yang tak sadar mereka lalui. Langit pun mulai menampakkan dirinya.Dan benda yang pertama kali muncul mengiringi dimulainya sebuah hidup ialah harapan.Setitik harapan bisa berarti segumpal tenaga untuk terus berjalan disamping hidup.Kala mentari kian meninggi membawahi kita, tantangan hidup akan dimulai.Dan sudah menjadi nasib kita sebagai manusia sudah harus bisa berfikir akan dibawa kemana langkah kaki ini.Apakah hanya akan tetap berjalan di tempat atau bisa lanjut menuju bidak kehidupan yang kian berkembang.Dan ketika sang mentari kembali ke peraduannya, disanalah usaha mereka untuk tetap hidup terhenti sementara,dan menyiapkan sebongkah tenaga untuk kembali menjalani hidup nya esok hari.Dan begitu seterusnya.
          Dan berakhirnya sebuah hidup adalah ketika berhentinya sebuah nafas dari manusia itu sendiri.Dimana semua beban, pikiran, masalah semua berhenti dengan sekejap.Tak ada lagi persoalan hidup yang terus merasuk dalam pikirannya.Semua hilang dengan seketika, terhenti dan mungkin terulang kembali.Dan yang tersisa hanyalah sebuah rekam jejak kehidupan yang mungkin akan menjadi kenangan abadi yang tak pernah hilang.Dan demikian akhir dari sebuah penafsiran soal hidup di mata saya.Benar atau salahnya tergantung dari pemikiran tiap-tiap individu.Intinya "HIDUP ADALAH FILM TERBAIK SEPANJANG MASA,MAKA SEGERALAH LAKUKAN PERTUNJUKAN YANG TERBAIK...." 
          
        
         
       

Jumat, 23 Maret 2012

Mengomentari Isi dari Sebuah Karya Sastra dan Hubungannya Dengan Manusia

         Untuk tugas yang satu ini, adalah mengomentari isi dari sebuah karya sastra atau lebih gampangnya kita sebut 'resensi'.Dan sebuah karya sastra yang akan di bahas kali ini adalah sebuah novel karya pengarang terkenal di era tahun 80'an.Novel ini berjudulkan 'AKU,KELUARGAKU & TETANGGAKU' karya 'DARMAN MOENIR'.Novel ini diterbitkan oleh BALAI PUSTAKA tahun 1993.
          Sekilas sebelum menjabarkan resensi dari novel ini, sedikit saya ingin menampilkan sedikit biografi dari si penulis yaitu 'DARMAN MOENIR'. Lahir pada 27-Juli-1952 di Sawang Tengah, Batu Sangkar, Sumatra Barat.Setamat nya dari SSRI (sekolah Seni Rupa Indonesia) Negeri Padang, beliau melanjutkan ke Akademi Bahasa Asing Prayoga, jurusan Bahasa Inggris (1974).Pernah juga mengikuti kuliah di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Bung Hatta.Namun kesarjanannya di tempuh dengan tesis The Language Used in the -"Tambo" - a Pleminary Study on Classical Minangkabau works di jurusan Bahasa Inggris Prayoga tahun 1989.Anak sulung dari guru Bahasa Indonesia SMP ini mulai aktif menulis dalam usia 18 tahun, memimpin Grup Studi Sastra 'Krikil Tajam' (1973).Tidak hanya novel yang beliau tulis, namun cerpern, puisi,esei,cerita anak-anak dan penterjemah.Dan khusus untuk novel yang kebetulan saya jadikan resensi ini yakni 'AKU,KELUARGAKU & TETANGGAKU" meraih hadiah II Sayembara majalah Kartini tahun 1987.Dari pemerintah sendiri, beliau mendapat Hadiah Sastra 1992.
           Bila secara sekilas kita lihat judulnya, pasti nya kita sudah bisa menebak apa isi cerita dari novel ini.Daripada penasaran, langsung kita tengok sedikit resensi dari novel ini...

...........Cerita fiktif ini diawali dari sebuah karakter yang sekaligus menjadi tokoh utama dalam novel ini yakni bernama Lano.Seorang anak desa yang nekat mengadu nasib ke kota besar.Setamatnya kuliah di salah satu universitas swasta, Lano tak lantas langsung melamar pekerjaan ke instansi atau perusahaan.Dia lebih memilih menjadi seorang penulis sebagai pengisi topik di salah satu surat kabar ibu kota.Lano beristrikan 1 orang dan dikaruniai 2 orang anak laki-laki.Awalnya istrinya hanyalah seorang penganggur karena masih belum berkeinginan meniti karir.Sampai satu waktu memantapkan diri menjadi seorang pegawai kantoran meski di bantu oleh sahabatnya, memang sedikit mengorbankan idealisme memang.
           Lano bekerja pada malam hari.Dengan ditemani sebuah mesin tik tua dan beberapa carik kertas, dia asik menerawang imajinasinya untuk dijadikan sebuah tulisan.Terlihat sebuah resiko memang ketika suara mesin tik-nya yang berdengung statis tiap malam yang akan membangunkan tetangga-tetangganya sekitar.Namun apa mau dikata bagi Lano?Karena pada prinsipnya Lano menulis agar bisa tetap menyalakan api kehidupan, menyalakan api di dapur.Klimaks dari cerita ini ialah ketika mereka sepakat untuk mengontrak rumah di sebuah komplek setelah mereka berpeluh keringat berpindah kontrakan rumah dari yang satu ke yang lainnya.Ternyata pilihan mereka berdua salah, yang pada awalnya ,pindah ke lingkungan komplek akan membuat mereka kerasan dan betah, justru sebaliknya.Di komplek inilah sumber bencana untuk keluarga mereka berasal.
           Semua lakon utama dalam permasalahan keluarga Lano adalah para tetangganya yang entah dengan sengaja atau memang sudah menjadi sifat menurun di komplek itu untuk saling menghasut.Dan kali ini korbannya adalah Lano beserta keluarganya.Segala macam fitnah mereka terima, dari yang awalnya tidak mereka tanggapi namun lama kelamaan tebalnya kuping mereka harus terkikis karena tak tahan di serang sana-sini dari para tetangga mereka yang intinya tak tahu apa maksud mereka sebenarnya.Seperti Lano dan istri seperti sedang bermain sebuah peran dan yang menjadi sutradaranya adalah para tetangganya.Dan sampailah pada anti klimaks pada cerita ini, bahwa karena sudah merasa tak tahan dengan fitnahan yang terus berdengung di kuping mereka, akhirnya Lano memutuskan untuk pergi dari rumah meninggalkan istri beserta kedua anaknya yang masih kecil-kecil.Ya alasan Lano pergi sangat jelas, karena Lano ingin mencari kedamaian, karena kedamaian buat Lano seperti garis cakrawala yang diburu kian menjauh.........

          Dan jika kita menghubungkan sepenggal cerita diatas dengan kehidupan manusia adalah kita memang sedari dahulu hidup bertetangga alias berkelompok.Tak mungkin kita hidup sendiri.Dan pasti kita pernah mendengar istilah ini 'saudara terdekat kita ya tetangga kita...'Ada benarnya juga istilah tersebut, namun jika kita menelaah dari cerita diatas bahwasanya tidak semua tetangga kita beri'tikad baik dengan kita.Bukan bermaksud berprasangka buruk atau bagaimana, namun kita tetap harus waspada dengan tetangga sekitar kita.Pasti ada saja omongan-omongan selentingan tentang keluarga kita.Dan itu harus siap kita terima.Dan mungkin memang sudah seperti membudaya, jika di dalam sebuah lingkungan komplek itu pasti ada saja cibiran-cibiran tidak enak yang ditujukan untuk tetangga lainnya.tinggal kita menyikapinya bagaimana, apakah hanya dianggap angin lalu saja oleh kita atau malah di telan mentah-mentah dan malah berujung ke percekcokan satu dengan lainnya??????

Rabu, 21 Maret 2012

Idealisme Keindahan Moral pada Generasi Muda

          Kalau bicara soal yang namanya Keindahan, pastilah yang tergambarkan langsung sesuatu yang bagus, cantik, enak dipandang, dll.Bisa diterapkan untuk suatu benda ataupun manusia.Intinya tak nampak sedikitpun sebuah kejelekan dari sebuah keindahan.Sumber dari keindahan itu sendiri itu pun beragam, bisa memang ada yang langsung tersaji dari alam, atau memang sengaja dibuat.
          Namun untuk kali ini agak sedikit berbeda, yakni sebuah gambaran tentang keindahan namun dalam konteks yang lain.Yakni teraplikasi lebih ke yang namanya moral.Ya, sebuah keindahan moral yang bisa tercipta dari tata perilaku dan tutur bahasa dari si individu itu sendiri.Tapi khusus yang kali ini akan disorot bagaimana kah idealisme sebuah keindahan moral itu jika dilihat dari kacamata generasi muda.Mengapa yang diambil adalah generasi muda? Mungkin alasan terbesar yang bisa menjawabnya adalah karena dari generasi muda lah semua nya berawal, mulai dari proses pencarian jati diri, mental, cara berfikir, dll.Semua berakar dari generasi muda.Generasi yang mungkin di kategorikan sebagai tonggak tegak nya dari sebuah bangsa.
          Jika kita sedikit menilik ke belakang, akhir-akhir ini semakin meresahkan dan memprihatinkan saja moral dari generasi muda bangsa ini.Tak nampak lagi sebuah keindahan moral yang mereka sajikan.Mereka seperti tak tahu bagaimana cara memperlihatkan sebuah keindahan moral pada yang lainnya, terutama generasi di bawahnya.Contoh yang umum saja yang sering kita saksikan di sekitar, generasi muda zaman sekarang rata-rata kebanyakan lebih sering bersikap anarkis dalam melakukan sesuatu terutama dalam hal penyelesaian masalah yang dihadapi, ada pula generasi muda yang moralnya benar-benar di ujung tanduk seperti suka mabuk-mabukan, judi, free sex, drugs, dll.Entah apa yang terjadi dengan mereka?Apakah mereka benar-benar sudah miskin keindahan moral??Dan jika dibiarkan terus-menerus, maka bisa ditebak akan jadi seperti apa nasib bangsa ini jika hampir semua generasi muda nya terkikis moral nya....
         Sebenarnya pasti ada lah jalan keluarnya bagaimana mengembalikan sebuah keindahan moral untuk mereka.Kalau menyinggung soal moral, pastilah sedikit banyak bersumber dari rumah, tepatnya lingkungan keluarga.Dimana sedari kecil mereka di titiskan bagaimana menjadi pribadi yang indah moral nya.Bisa dari moral si Orang tua yang ditiru oleh sang anak atau hal yang lainnya.Misal, si Orang tua bermoral kan luhur yakni suka menolong sesama tanpa pamrih.Dan dengan sengaja si orang tua memperlihatkan ke depan si anak bagaimana cara menghargai sesama dan tolong-menolong tanpa pamrih pula.Pastilah dengan sendirinya akan terekam dalam memori si anak dan akan tumbuh kembang membangun moral mereka sering bertambah dewasanya mereka.Selain keluarga pun banyak hal yang bisa membangun sebuah keindahan moral bagi generasi muda, yakni dari pergaulan sesama teman.Ingat, tidak semuanya teman membawa pengaruh yang positif untuk perkembangan moral kita.Bisa saja kita kita tanpa disadari berteman dengan teman yang suka mabuk-mabukan, judi. drugs, dll.Tentu moral kita akan hancur sebagai pribadi yang awalnya anti terhadap hal begituan namun jadi terjerumus dan akhirnya tenggelam menuju kehancuran.Sungguh mengenaskan....
          Idealnya sebuah gambaran tentang keindahan moral bagi generasi muda ialah bagaimana generasi muda ini mempunyai moral yang luhur dan apik.Generasi muda yang mempunyai semangat nasionalisme tinggi, berbudi pekerti baik, mampu menjadi teladan bagi sekitarnya dengan segala sikap dan perilakunya yang sopan lagi santun, mampu berfikir sehat dalam menyelesaikan suatu permasalahan dan mencari jalan keluar dengan otak yang dingin.Memiliki tutur kata bahasa yang baik belum bisa dipastikan memiliki sebuah keindahan moral. Bisa saja perilakunya masih negatif, misal suka mencuri, sombong, senang berkelahi, dll.Kalau bisa dibilang, keindahan sebuah moral tertuang dalam satu paket dimana semua saling berhubungan.Punya perilaku baik, namun tutur katanya tidak dijaga ya percuma juga.
          Memang agak sedikit miris moral generasi muda zaman sekarang.Mereka lebih senang menggunakan kekerasan di banding menggunakan akal sehat yang mereka miliki.Mereka lebih suka melakukan sesuatu yang aslinya mereka tahu itu membahayakan untuk orang lain dan dirinya sendiri, namun tetap dilakukan.Hampir kebanyakan generasi muda sekarang tak tahu lagi bersikap sopan nan santun kepada orang yang lebih tahu dari mereka.Mereka dengan gampangnya meremehkan dan menyepelekan orang-orang yang jelas-jelas lebih tua dari mereka.Generasi muda zaman sekarang juga bisa dibilang generasi muda  dengan moral bobrok.Sedikit kasar memang, namun tidak semua memang, tapi rata-rata kebanyakan.Mengapa di bilang bobrok?? Contoh gampang saja, banyak generasi muda sekarang yang tak tahu lagi membedakan mana yang baik dan buruk.Dengan mudahnya mereka lebih memilih sesuatu yang buruk ketimbang yang baik, contoh disaat mereka senang akhirnya mereka lupa diri dan menuju ke mabuk-mabukan dan masuk dalam kehidupan dunia malam.Disaat mereka jatuh pun sama saja, bukan nya lari ke sang pencipta untuk mengadukan semua masalahnya malah mereka memilih obat-obatan sebagai media penyembuh.Artinya generasi muda zaman sekarang kebanyakan bermoralkan cepat putus asa.Mereka sulit sekali berfikir jernih.Semua maunya serba instant dan tak mau berusaha.Akhirnya menghalalkan segala cara untuk mendapatkan semua yang mereka inginkan.Moral beragama generasi muda sekarang pun nampak kian padam.Mereka seakan tak tahu lagi jalan menuju ALLAH swt.Malah mereka berkiblat ke sesuatu yang tak jelas dan bahkan mengundang musyrik.Balik lagi, mereka mungkin sedari kecil kurang mendapat pengetahuan soal agama dari keluarganya dan akhirnya setelah besar mereka seperti buta arah.Sungguh dari mana semua keadaan ini berakar??
          Maka dari itu, mulai dari sekarang khusunya para generasi muda (ditekankan generasi muda yang membaca secarik artikel ini) bisa mempertahankan sebuah nilai keindahan moral.Memang tak mudah, tapi jika terus dipelihara dan diterapkan lambat laun akan mengakar ke sesama maupun generasi muda yang ada di bawahnya.Karena esensi dari sebuah keindahan moral adalah sebuah sikap sebuah nilai kemuliaan yang muncul tanpa dibuat-buat dan menciptakan sebuah keharmonisan jika semuanya bisa mewujudkannya...
         

Selasa, 20 Maret 2012

Obat dari penyakit hati dilihat dari agama & kepercayaan masing-masing

          Memang kalau bicara soal penyakit, pastilah semua ada penyebabnya.Dari mulai terjangkit virus, tertular dari si penderita atau kurangnya menjaga kesehatan.Dan intinya itu semua berasal dari dunia luar.Namun ada satu jenis penyakit yang hampir pasti dimiliki setiap individu di seluruh dunia ini.Penyakit yang dimana sumber nya berasal dari pribadi sendiri dan cara menyembuhkannya terbilang unik, bukan dengan obat herbal ataupun ramuan-ramuan mujarab melainkan dari diri sendiri dan ketaqwaan.Mengapa demikian?Karena penyakit yang satu ini bukan berasal dari virus ataupun bakteri hidup, penyakit ini dinamakan 'penyakit hati'.Bukan berarti hati sesungguhnya, namun hati atau jiwa yang terjangkit penyakit tersebut.Efek jika terjangkit penyakit ini bukan lah sakit pada beberapa anggota tubuh, namun bisa berakibat bertambahnya 'dosa'.Karena jika seseorang telah terjangkit penyakit ini, urusannya bukan hanya kepada sesama manusia tapi bisa langsung ke Sang Pencipta.
         Penyakit psikis/penyakit hati bisa menyerang siapa saja.Tak perduli usia, suku, asal, atau apapun.Alias tak pandang buluh.Penyakit hati yang sering muncul pada umumnya ialah dengki, iri, sombong,dll.Mungkin dalam istilah kedokteran, mereka tak mengenal istilah penyakit itu.Itulah mengapa tadi diatas di sebutkan bahwa sumber penyakit ini bukan dari bakteri/virus.
          Contoh pertama yang akan di jelaskan yaitu penyakit hati dengki.Ya, penyakit ini muncul jika seseorang tak senang melihat kesuksesan atau keberhasilan sesorang.Dia merasa dengki karena nasib nya tak sama dengan orang itu.Muncul di benak otak nya untuk bisa menyamainya.dan segala cara apapun dihalalkan.Bisa berupa merencanakan untuk menjatuhkan nya, memfitnah nya, dll.Sungguh hal yang terpuji.Tak perduli dosa yang dihasillkan dari perbuatannya, yang penting dia senang melihat orang yang disiksanya merasa jatuh.
          Sebetulnya masih banyak lagi contoh-contoh penyakit hati lainnya.Namun tak mungkin di jabarkan juga satu persatu disini.Kalau bicara 'penyakit' pastilah ada obat nya atau penawarnya.Dan untuk yang satu ini, obat atau ramuan penyembuh dari penyakit ini ialah Keimanan dari pribadi masing-masing.Mengapa demikian, karena semua penyakit itu timbul dari dalam diri kita sendiri.Kasarnya, dengan sengaja kita yang menciptakan penyakit itu.Hanya dengan meningkatkan keimanan dari diri kita sendiri, insya ALLAH semua akan terhindar dari penyakit.Sebagai seorang muslim, sepatutnya kita menjauh dari penyakit itu.Karena dengan bersemayam nya penyakit itu, maka selain dosa yang kita dapat, efek yang timbul dalam kehidupan sehari-hari juga buruk.Seperti halnya, tidak disukai teman,menganggap dirinya paling hebat diantara semua nya,dll.Benar-benar tidak mencerminkan sikap seorang muslim.Tentu jika ingin benar-benar menjadi seorang muslim sejati, sudah sepatut nya dan sewajib nya kita berpedoman pada sikap dan perilaku nya Baginda Nabi Besar kita Nabi Muhammad saw.Bukan tanpa alasan mengapa kita harus berpedoman pada beliau.Sudah terbukti adanya dan jelas tertuang dalam kitab suci Al-Quran bahwa sikap dan perilaku beliau sangat mulia sedari beliau masih kecil.Betapa beliau mempunya hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan jiwa yang bersahaja.Ucapan dan tutur kata beliau juga bisa teladani.Tak pernah berdusta, congkak, apalagi suka memfitnah orang lain.
           Maka dari situlah cara lain untuk menjadikan obat dari penyakit hati.Perbanyak iman dan taqwa dan percaya bahwa diatas langit masih ada langit, artinya segala sesuatu yang kita banggakan, sombongkan di dunia akan tak berarti apa-apa karena masih ada Sang Pencipta dan Sang Maha Segalanya, yaitu ALLAH swt.Jadi, jauhi dari sekarang semua yang bisa menjangkitkan penyakit hati.Kalau bukan dimulai dari diri kita sendiri, mau dari siapa lagi??

Senin, 19 Maret 2012

Gambaran Keadilan Hukum di Indonesia

          Jika kita berbicara soal hukum, pastilah kita tahu sedari dahulu bahwa indonesia menganut negara hukum.Segala sesuatunya telah diatur oleh hukum.Baik yang telah tercantum di Undang-undang maupun dalam pasal-pasal. Dan setiap warga negara Indonesia wajib dan harus patuh terhadap hukum-hukum yang telah dibuat.
          Namun, seiring bergantinya jaman semua telah berubah.Kini kenyataanya hukum bukan lagi ditakuti bagi warga negara yang melanggar hukum melainkan jadi 'mainan' bagi orang-orang berduit dan musibah bagi kaum kecil.Mengapa demikian?Ya jelas saja, kini khusus untuk kaum borjuis, berbuat kejahatan bukan lagi pantangan buat mereka, karena mereka seakan 'kebal hukum'. Seakan-akan mereka bisa membeli hukum dengan mudahnya menggunakan harta yang mereka punya.Dari mulai kasus yang kecil sampai yang terbesar.Mereka pasti tak akan terjamah oleh hukum.
          Itu sudah terbukti adanya.Beberapa contoh konkrit yang ada soal kekebalan hukum pernah terjadi di Indonesia.Masih segar dalam ingatan kita tentang sosok tersangka bernama 'Ayin' dalam kasus soal penggelapan dana BLBI.Memang dia benar adanya dijadikan tersangka, namun ajaib dan tercengang jika kita melihat keadaan dia selama dalam penjara.Hotel prodeo tempat ia menginap di sulap menjadi 'Hotel Bintang 5' dadakan.Fasilitas ruangan ber-AC ada,kasur yang empuk dan fasilitas salon-menyalon pun tak lupa tersaji.Benar-benar IRONIS!!! Disaat semua tahanan menempati ruangan sempit dan hanya beralaskan tikar,tidak sama halnya yang dialami ayin.Dia bisa dengan rileks dan santai menikmati hari-hari selama di penjara dengan senyum sumringah.Bagaimana tidak,bayangkan saja dalam penjara saja bisa seperti dirumah bahkan bagaikan dalam hotel.Namun yang namanya bangkai pasti tetap saja tercium sekalipun ditutup rapat-rapat.Semua terungkap karena adanya sidak dadakan dari Pakar hukum UI yang sekarang menjabat menjadi wakil menteri hukum dan ham 'Denny Indriana'.Dan akhirnya kita bisa melihat bahwa semakin jelas bahwa hukum di indonesia sudah semakin carut marut.
         Sebetulnya penyebab lemahnya hukum di indonesia bukan hanya berasal dari si pihak yang bersalah karena bisa 'membeli hukum', namun juga bisa berasal dari instansi-instansi yang khusus menangani hukum.Mereka dengan mudahnya tergoda oleh 'uang pelicin' yang disodorkan dari tangan tersangka.Dan apabila sudah berbicara uang, semua bisa terjadi.Hukum bisa diubah-ubah dengan entengnya layaknya sebuah naskah skenario film.Tak perduli apa akibatnya dan kerugian  perbuatannya.Dan apa hasilnya? Seorang yang awalnya berstatus tersangka bisa terbukti bebas.Masih kurang juga??Pasti kita jelas masih ingat sosok 'Mochtar Muhammad' yakni seorang tokoh yang menjabat sebagai salah satu pejabat daerah di Bekasi.Jelas halnya sedari awal dia sudah terbukti bersalah karena kasus korupsi, namun apa yang terjadi?Dia divonis bebas!!Padahal sudah jelas adanya sumber yang mengatakan bahwa ia terbukti KORUPSI!!
          Namun lain halnya keadilan hukum bagi orang kecil yang memiliki keterbatasan dana.Hukum menjadi momok yang menakutkan baginya.Karena dengan tanpa ampun hukum bisa membuat hidup mereka tersiksa.Ada satu contoh kasus betapa tidak adilnya hukum di indonesia yang sempat terpublikasi ke muka publik.Tentu masih ingat bukan tentang kasus seorang bocah yang dituduh mencuri salah satu sandal aparat.Namun apa yang terjadi? Bocah itu dilaporkan ke polisi karena tuduhan mencuri, dan bocah itu divonis dengan pasal pencurian.Walah walah!!Memang sudah tumpang tindih hukum di indonesia!!Ada lagi kasus lain mengenai sinis nya hukum bagi kaum kecil.Di salah satu daerah di indonesia, seorang nenek yang tak sengaja mengambil beberapa tanaman jagung di salah satu kebun milik tetangganya.Padahal aslinya alasan nenek itu tak sengaja mengambil karena dia kelaparan.Namun apa akhirnya?? Si yang empunya kebun melaporkan ke pihak yang berwajib dan nenek itu alhasil di vonis bersalah.Padahal hanya tak sengaja dan lihat siapa orangnya...hanya seorang nenek-nenek.Apakah sudah hilang rasa belas kasihan untuk orang-orang seperti mereka?? Bandingkan dengan orang-orang yang terbukti bersalah dengan kasus besar seperti korupsi dll.Mereka sama sekali tak tersentuh hukum.Seakan mereka lebih perkasa dibanding hukum.
         Inilah fenomena yang kini terjadi di indonesia.Seakan-akan hukum memilih-milih siapa yang dihakiminya.Faradigma yang menyeramkan bagi kaum-kaum kecil sehingga mereka enggan sekali bermasalah dengan hukum.Entah sampai kapan kebobrokan ini berakhir.Selama masih ada kaum ningrat yang menghalalkan segala cara untuk mempermainkan hukum, ya selama itulah hukum di indonesia masih carut marut.